-
- Progres pembangunan fasilitas pendidikan di Nganjuk dan Lirboyo Kediri dilaporkan mandek jauh di bawah target operasional bulan Juli.
- Menteri PU mengendus adanya ketidakberesan kinerja ASN serta mencurigai hubungan tidak profesional antara pengawas lapangan dengan pihak penyedia jasa
Didera Rumor Gratifikasi, Progres Fisik Mega Proyek Sekolah Rakyat Rp.200 M di Nganjuk dan Kota Kediri Tertinggal
Komitmen Pemerintah Pusat dalam menyediakan fasilitas pendidikan berkualitas melalui program Sekolah Rakyat (SR) kini terbentur tembok besar berupa kelambanan eksekusi di lapangan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meluapkan kemarahannya setelah mendapati laporan bahwa sejumlah proyek strategis di wilayah Jawa Timur, khususnya di Nganjuk dan Lirboyo Kota Kediri, mengalami deviasi negatif yang sangat signifikan.
Baca Juga: Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri
Dengan target operasional yang jatuh pada tahun ajaran baru Juli 2026, kondisi fisik bangunan yang belum menyentuh angka 20 persen memicu kecurigaan adanya praktik “main mata” antara oknum birokrasi dan kontraktor pelaksana.
Kekesalan Dody Hanggodo memuncak saat melakukan peninjauan di Surabaya . Ia secara khusus menyoroti performa jajarannya di Nganjuk yang dinilai sangat memprihatinkan. Berdasarkan data laporan teknis, progres pengerjaan di Nganjuk baru menyentuh angka 15 persen.
Hal serupa terjadi di Kelurahan Lirboyo, Kota Kediri, di mana megaproyek senilai Rp200 miliar tersebut baru mencapai 16 persen dari target pengerjaan keseluruhan.“Bicara Nganjuk dulu nih. Nganjuk kan memang sangat-sangat tertinggal ya. Masih berapa sih mungkin 15 persen lah.
Nah, yang saya tidak suka dari tim saya itu adalah pada saat saya datang kasih excuses (alasan) gitu kenapa tertinggal. Bukannya ngasih saran bagaimana supaya ketertinggalan itu bisa dikejar. Enggak. Excuse,” ujar Dody dengan nada bicara yang tegas.
Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini
Menteri PU tidak hanya menyoroti masalah teknis konstruksi, melainkan juga integritas moral para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai pengawas proyek.
Dody mencium adanya ketidakharmonisan fungsional, di mana tim kementerian seolah kehilangan taji di hadapan penyedia jasa seperti PT Brantas Abipraya (Persero) di Nganjuk maupun kontraktor lainnya di Kediri.
Ia secara blak-blakan menyinggung rumor gratifikasi yang menyebabkan pengawasan menjadi tumpul.“Kenapa kemudian tim saya kok seolah-olah takut kepada penyedia jasa? Memang ada rumor di luaran nih.












