Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

Paguyuban Petani Tebu dan Sopir Truk Bersatu, Perbaiki Jalan Rusak Blitar Selatan Secara Swadaya

Prawoto Sadewo
×

Paguyuban Petani Tebu dan Sopir Truk Bersatu, Perbaiki Jalan Rusak Blitar Selatan Secara Swadaya

Sebarkan artikel ini
Paguyuban Petani Tebu dan Sopir Truk Bersatu, Perbaiki Jalan Rusak Blitar Selatan Secara Swadaya

Blitar, Memo
Semangat gotong royong kembali hidup di tengah masyarakat Blitar Selatan. Ratusan warga yang tergabung dalam paguyuban petani tebu dan sopir truk bahu-membahu memperbaiki jalan rusak di jalur Desa Gunung Gede menuju Pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar, Jumat 1 Mei 2026.

Aksi swadaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga terhadap kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan dan menghambat aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Aktivis di Blitar Dipanggil Polisi Usai Orasi Antikorupsi, Kriminalisasi?

Tak hanya tenaga, warga juga rela merogoh kocek pribadi. Sumbangan yang terkumpul berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp450 ribu per orang. Sementara warga yang tidak menyumbang secara materi turut ambil bagian sebagai relawan dalam kerja bakti.

Salah satu tokoh masyarakat Tambakrejo, Rofi, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari kesepakatan dua paguyuban besar di wilayah tersebut.

Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Mobil Warga Kediri Ludes Terbakar di Udanawu

“Dari ketua paguyuban sopir truk, Mas Yudi, dan ketua paguyuban petani tebu, Mas Mianto, sepakat untuk menggalang dana perbaikan jalan. Meskipun sifatnya sukarela, minimal warga menyumbang antara Rp150 ribu sampai Rp400 ribu,” ujar Rofi.

Menurutnya, langkah ini bukan bentuk pengabaian terhadap pemerintah daerah, melainkan solusi cepat agar kerusakan jalan tidak semakin parah.

Baca Juga: Fatatoh Hironi Ulya Gelorakan Semangat Nasionalisme Lewat Nobar Timnas di Kanigoro Blitar

“Masyarakat tidak bermaksud mengenyampingkan pemerintah. Tapi kalau menunggu terlalu lama, jalan ini bisa makin rusak dan sulit dilalui. Ini murni inisiatif warga,” jelasnya.

Hasil dari kebersamaan tersebut cukup signifikan. Jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer yang menghubungkan Desa Gunung Gede hingga Tambakrejo kini mulai dapat dilalui dengan lebih layak.

Rofi menambahkan, semangat gotong royong ini menjadi bukti bahwa kekuatan masyarakat masih sangat besar dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan mereka.

“Kalau masyarakat bersatu, gotong royong seperti ini bisa memperbaiki jalan rusak tanpa harus menunggu program pemerintah yang memakan waktu lama,” imbuhnya.

Aksi solidaritas ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, sebagai contoh nyata kolaborasi masyarakat dalam menjaga akses vital yang menunjang roda perekonomian di wilayah pesisir Blitar Selatan.