Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Pemulung Miskin Asal Nganjuk Taat Pajak,Tamparan Keras Bagi Para Koruptor Pajak

Mulyadi Memo
×

Pemulung Miskin Asal Nganjuk Taat Pajak,Tamparan Keras Bagi Para Koruptor Pajak

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Dibalik gencarnya program unggulan daerah dalam rangka mengurangi angka kemiskinan secara ekonomi dan sosial ternyata belum tercapai 100%.

Itu sesuai dengan hasil temuan para kelompok aktivis sosial di Kabupaten Nganjuk. Salah satunya data real yang dimiliki oleh Ridwan Gondrong.

Baca Juga: Hari Pertama Pengurukan, Dump Truck Nggoling Di Lokasi Garapan Milik PT Sreya Sewu Indonesia,Ini Penyebabnya..

Data yang dikantongi Ridwan Gondrong kali ini mengangkat tentang sisi kemanusiaan kehidupan anak yatim piatu ( Sarno – Supardi ) warga Lingkungan Pengkol RT 02 RW 03 Klurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom.

Ketertarikan Ridwan Gondrong mengangkat tema itu, karena meskipun keduanya mengalami keterbelakangan mental , namun masih memiliki semangat hidup tinggi dengan cara menjalani profesi sebagai pemulung ( pencari rosok ).

Baca Juga: Sekda Nur Solekan Terima Berkas Pandangan Umum 7 Fraksi Di Paripurna DPRD Nganjuk, F PDIP Evaluasi Optimalisasi Pendapatan Dasrah

” Ini inspirasi berharga. Dengan segala keterbatasannya mereka masih menjunjung tinggi harga diri. Artinya untuk bisa bertahan hidup sama sekali tidak mengandalkan belas kasihan dari orang lain,” kata Ridwan Gondrong.

Hebatnya lagi masih kata Ridwan Gondrong, dari hasil jerih payahnya mencari barang bekas berupa plastik dan kertas yang didapatkannya di tepi jalan dan sungai tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan makan sehari hari.

Baca Juga: Puguh Hernanto : Pawai Boyong Hambangun Projo Sarana Edukasi Sejarah Untuk Generasi Melinial

” Selebihnya dikumpulkan untuk membayar pajak PBB tahunan. Padahal penghasilannya setiap harinya kisaran 8 ribu sampai 20 ribu saja. Ini patut diacungi jempol,” ujar Gondrong.

Meskipun miskin secara ekonomi lebih lanjut dikatakan Ridwan Gondrong, tapi mereka kaya akan kesadaran taat bayar pajak.

” Ini adalah tamparan keras bagi orang orang kaya yang tidak taat pajak. Dan kelompok koruptor yang makan uang pajak. Orang berkebutuhan khusus aja ngerti kwajiban , kenapa diluar sana banyak yang ngemplang uang pajak,ironi sekali,” beber Gondrong.

Untuk diketahui , kondisi kesehatan kakak beradik ( Sarno – Supardi ) saat ditemui di rumahnya yang sangat sederhana ( RSS ) sangat memperihatinkan. Sarno sebagai anak sulung berpenampilan sederhana dengan mengenakan pakaian lusuh. Dengan wajah pucat pasi berbadan kurus sorot matanya kosong.

” Saya sudah lama kena jantung. Kalau capek badan sering gemetar. Karena keadaan terpaksa saya melawan sakit. Kalau adik saya Supardi susah diajak komunikasi , doakan kami bahagia,” harap Sarno dihadapan aktifis dan para awak media. ( Adi )