Example floating
Example floating
BirokrasiDaerahHukumKEDIRI RAYA

Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri

Hamzah Abdilah
×

Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri

Sebarkan artikel ini
oplus_0

KEDIRI, MEMO–  Mukhamad Yunanto, Ketui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti Persekongkolan (GAP),  melayangkan somasi kepada pihak Kampus UIN Syekh Wasil Kediri, Rabu (29/4/2026).

Somasi tersebut dilayangkan karena pihak kampus dinilai belum memberikan penjelasan pasti terkait dugaan proyek pembangunan gedung kuliah terpadu yang belum mengantongi ijin Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Baca Juga: Gedung Baru Univ Islam Syekh Wasil Al Wasil Kota Kediri Diduga Salahi Bestek, Pejabat Belum Bisa Dikonfirmasi

Yunanto juga menyoroti sikap Budianto selaku Kepala Bagian Akademik dan Umum sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, yang dinilai terkesan menghindar saat dimintai klarifikasi.

“Budianto seharusnya membuka diri dan memberikan keterangan kepada kami maupun media terkait legalitas proyek tersebut. Jika memang semua izin sudah lengkap, seharusnya bisa ditunjukkan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan publik,” tegas Yunanto.

Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung

Menurutnya, sikap tertutup pihak kampus berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), yang menjamin hak masyarakat memperoleh informasi secara terbuka dan transparan.

“Dugaan kuat kami, proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu belum mengantongi izin SLF dan PBG,” ujarnya.

Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini

Selain persoalan perizinan, Yunanto juga menyoroti progres pembangunan yang bersumber dari anggaran APBN tersebut. Proyek itu sebelumnya ditargetkan rampung pada Desember 2025, namun hingga kini diduga belum sepenuhnya selesai.

“Berdasarkan data kami, target pembangunan selama 181 hari, mulai Juli hingga Desember 2025. Namun kondisi di dalam maupun luar bangunan masih berantakan. Ini patut dipertanyakan,” jelasnya.