Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

Calon Ketua DPC GIBM Kabupaten Blitar Mundur, Bawa Serta Gerbong Pendukung

Prawoto Sadewo
×

Calon Ketua DPC GIBM Kabupaten Blitar Mundur, Bawa Serta Gerbong Pendukung

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id
Salah satu calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Indonesia Berani Maju (GIBM) Kabupaten Blitar, Suprianto, resmi menyatakan mengundurkan diri dari pencalonannya. Keputusan tersebut diambil setelah dirinya merasa nama pribadinya telah disangkutpautkan dalam persoalan hukum yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Tak hanya mundur secara pribadi, Suprianto juga memastikan bahwa sejumlah orang yang sebelumnya ia rekrut untuk bergabung dalam kepengurusan turut menarik diri. Ia menyebut, keputusan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus klarifikasi atas situasi yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Aktivis di Blitar Dipanggil Polisi Usai Orasi Antikorupsi, Kriminalisasi?

Dalam keterangannya, Suprianto menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengetahui maupun terlibat dalam kasus yang sempat ramai diberitakan, terkait meninggalnya seorang anak akibat tersengat listrik. Ia mengaku terkejut ketika namanya muncul dalam pemberitaan yang dikaitkan dengan organisasi tersebut.

“Dengan adanya pemberitaan yang viral kaitan meninggalnya anak yang kena setrum itu, saya tidak pernah tahu-menahu. Tahu-tahu ada berita dari GIBM, dan saya tidak pernah diajak koordinasi oleh ketua umum. Saya ini masih calon pengurus, belum menjadi pengurus tetap, karena belum dapat SK,” ujarnya.

Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Mobil Warga Kediri Ludes Terbakar di Udanawu

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak termasuk kepolisian atas kegaduhan yang terjadi, meskipun dirinya merasa tidak memiliki keterlibatan langsung dalam persoalan tersebut.

“Saya mohon maaf, terutama kepada institusi kepolisian pada umumnya dan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga: Fatatoh Hironi Ulya Gelorakan Semangat Nasionalisme Lewat Nobar Timnas di Kanigoro Blitar

Suprianto berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar sekaligus menghindari kesalahpahaman yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa langkah mundur ini diambil demi menjaga kondusivitas serta menghindari polemik berkepanjangan.**