Beberapa nama besar yang terlibat, antara lain: Ahmad Dofiri (Penasehat Khusus Presiden), Mahfud MD (Mantan Menko Polhukam), Yusril Ihza Mahendra (Menko Kumham), Supratman Andi Agtas (Menteri Hukum), hingga sederet mantan Kapolri seperti Tito Karnavian, Idham Aziz, dan Badrodin Haiti. Ini adalah kolaborasi lintas generasi dan lintas keahlian yang menjanjikan hasil maksimal.
Pembentukan Komisi ini sendiri merupakan respons strategis terhadap gejolak yang terjadi di akhir Agustus lalu—sebuah pengingat pahit yang memicu desakan publik.
Baca Juga: Dari Blitar Berprestasi, Kini Muklisin Buka Babak Baru Kolaborasi di Banyuwangi
Insiden memilukan yang melibatkan Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol, yang kehilangan nyawa akibat dilindas kendaraan taktis Brimob, menggugah kesadaran kolektif akan perlunya pepembenahan internal yang fundamental
Sejalan dengan langkah strategis dari Istana, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga tidak tinggal diam. Beliau mengambil inisiatif internal dengan membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri.
Baca Juga: Otoritas Pajak Bidik Sepuluh Korporasi Sawit Kakap Terkait Indikasi Manipulasi Setoran Negara
Tim yang berisikan 52 perwira pilihan dan diketuai oleh Komjen (Pol) Chryshnanda Dwilaksana ini menjadi bukti nyata bahwa semangat perbaikan sedang bergerak dari dalam tubuh kepolisian itu sendiri.
Dengan sinergi antara Komisi eksternal yang dipimpin Jimly dan Tim internal yang dibentuk Kapolri, masa depan Polri tampak lebih cerah. Ini bukan sekadar reformasi, ini adalah Janji Perubahan—upaya kolektif untuk membangun institusi Polri yang semakin modern, humanis, dan selalu hadir sebagai pelayan serta pelindung terpercaya bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca Juga: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Integritas, Hindari Korupsi dan Fokus Reformasi












