Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Kepala Dinsos Menyerah, Paska Ancaman Demo Puluhan Kepala Desa se Kecamatan

A. Daroini
×

Kepala Dinsos Menyerah, Paska Ancaman Demo Puluhan Kepala Desa se Kecamatan

Sebarkan artikel ini
camat wates

Kediri, Memo

Kepala Dinas Sopsial Kabupaten Kediri, Subur Widono, akhirnya mengakui menerima uang dari kepala desa di Kecamatan Wates, setelah, majelis hakim menghadirkan saksi kunci, Kepala Desa Segaran, Dwijo. Kades di wilayah kecamatan Wates itu, saksi kunci yang dihadirkian jaksa melalui kesaksian Kepala Desa Pagu Joko Luhur.

Baca Juga: KPK Selidiki Asal Muasal Uang Setoran Belasan Kepala Dinas Untuk Bupati Tulungagung

Subur adalah eks Camat Wates sekaligus sebagai Camat Plosoklaten. Pejabat yang saat ini, sebagai kepala dinas di Dinsos Kabupaten Kediri itu, adalah anak emas istana Kediri. Subur memiliki hubungan langsung dengan Bupati Kediri Mas Dhito.

Sementara itu, Camat Plemahan Antok Riantoko, juga mengakui jika pihaknya menerima uang sogokan dari calon perangkat desa di wilayahnya. Selain sebagai Camat Plemahan, Antok juga menjabat Plt di Kecamatan Semen. Kedua wilayah kecamatan tersebut mengadakan sleksi dan pengangkatan perangkat desa di wilayahnya. Antok, sebelum menjabat sebagai Camat, pernah menjadi ajudan Bupati Kediri.

Baca Juga: Askot PSSI Kota Kediri Halal Bil Halal!! Tomy Ari Wibowo Minta Sinergi Bareng Bangkitkan Sepakbola di Kota Tahu

Puluhan Kepala Desa di Wates dan Plosoklaten Siapkan Rencana Demo ke Kantor Dinas Sosial, Jika Subur Tidak Mengakui

Fakta ini, terungkap saat sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Surabaya, 10 Maret 2026, kemarin. Selain kesaksian dari Kades Segaran Dwijo, di kantor Kecamatan Wates, nyaris tidak kondusif. Beberapa kasi di kantor kecamatan ketakutan, setelah mantan Camatnya bernama Subur Widono, tidak mengakui menerima uang suap. Bahkan, terkesan akan mengoirbankan stafnya di kecamatan.

” Beberapa kepala desa, sering berkumpul untuk melakukan aksi demonstrasi bersama dengan kepala desa di Plosoklaten. Rencananya akan menggelar demo di kantor Dinas Sosial Kabupaten Kediri,” ujar beberapa staf kecamatan Wates kepada wartawan Memo. Rencana itu sudah matang, sambil menunggu respon dari pemeriksaan lanjutan terhadap eks Camat Wates Subur Widono, di Pengadilan Tipikor Surabaya, 10 Maret.

Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta

Aksi demosntrasi menuntut kejujuran Subur sebagai Kepala Dinas Sosial Kediri, terhadap kasus gratifikasi jual beli perangkat desa di Kediri, 2023 lalu, yang kini masih bergulir di pengadilan, akhirnya gagal. Subur sudah mengakui perbuatannya menerima uang dari beberapa kepala desa yang mengisi jabatan perangkat desa di Kediri.

Pengakuan serupa juga dikatakan oleh Antok Riyanto, Camat Plemahan sekaligus Camat Semen. Anehnya, pengakuan melalui sidang pengadilan itu, disampaikan sebelum pihaknya dikonfrontir oleh saksi dari kepala desa.

Hakim sempat memberikan peringatan halus mengenai risiko jabatan yang dipertaruhkan jika di kemudian hari terbukti ada fakta yang disembunyikan, namun Anto tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak menerima uang tersebut.