NGANJUK, MEMO – H – 3 sebelum panen padi, petani harus segera melaporkan ke pihak PPL atau ke Babinsa setempat. Tujuannya untuk mempermudah pihak BULOG melakukan pengambilan barang sampai dengan pembayaranya kepada petani biar bisa tepat waktu.
Himbauan itu seperti disampaikan Pimpinan Cabang Bulog Kediri, Harisun ,kepada wartawan memo.co.id menjelaskan karena akhir akhir ini banyak keluhan dari petani bermunculan soal sulitnya menjual panenan padi ke BULOG termasuk soal pembayaranya juga tidak bisa cash alias jatuh tempo sampai satu minggu baru terbayar.
Menepis persoalan itu , Harisun, memberi arahan kepada para petani lewat wawancara dengan para awak media bahwa data masuk dari PPL dan BABINSA ke BULOG wajib H-3 sebelum panen dimulai.
” BULOG tidak bisa menerima laporan dadakan dari petani. Semua by data dan by sestem. Tidak bisa srampangan. Jadi kalau ada pemeriksaan data dari lembaga auditor benar benar valid dan akuntabel,” ujar Harisun juga.
Satu lagi hal urgent disampaikan Harisun saat ditemui di ruang kerjanya hari ini ( Rabu,11/03/2026) proses pembelian gabah kering panen ( GKP ) melibatkan mitra BULOG yang sudah ditunjuk. Dari mitra diproses menjadi beras selanjutnya dijual ke BULOG.
” Harga dari pemerintah perkilo gabah kering panen masih sama yaitu Rp 6,5 ribu per kilogram dengan kadar air 14%,” papar Harisun.
Sesuai regulasi, masih kata Harisun, BULOG tidak membeli gabah kering panen ( GKP) dari petani plus kotoranya. Jika ditemukan ada kotoranya harus di cleansing. Jadi BULOG membayar setelah GKP sudah bebas kotoran.
Sesuai dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Harisun mengemukakan pada 2026, pihaknya siap menyerap gabah kering panen guna memperkuat cadangan pangan pemerintah.
“Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga gabah petani dan memperkuat cadangan pangan pemerintah. Untuk BULOG kediri stok cadangan pangan tersedia 70 ribu ton ,” pungkasnya.
Dari stok pangan 70 ribu ton tersebut diperuntukkan untuk tiga daerah. Yaitu Kota/ Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk. Setiap bulannya droping rata rata 5 ribu ton. ( Adi)












