NGANJUK, MEMO – Kondisi fisik Savana Ramadhani ,14, korban penganiayaan warga Jl.Dr.Sortomo 74 E Klurahan Banaran Kecamatan Kertosono sampai sekarang masih mengenaskan.
Itu diketahui saat ditemui dirumahnya belum lama ini , Savana mengaku masih sering merasakan pusing pada kepala bagian belakang dan sesekali hidungnya mengeluarkan darah kental.
Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
Yang paling mencolok dan bisa dilihat dengan mata telanjang akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaku berinisial ST yang tidak lain adalah teman juga tetangga korban adalah pada bagian mata kanan Savana masih tampak lebam membiru disertai bercak merah pada bola matanya.
Ditanya kronologis kejadianya, dikatakan Savana berawal dari saat dirinya menolak diajak pesta minuman keras di rumah pelaku ( ST ) bersama teman temannya pada Sabtu sore ( 11/04/2026) sehabis magrib.
” Awalnya saya sudah menghormati ajakan pelaku untuk miras bareng bareng. Karena saya tidak terbiasa miras, selanjutnya saya minta ijin keluar untuk stop minum. Tidak diduga pelaku merasa tersinggung dan naik pitam hingga menyerang saya membabi buta,” ucap korban.
Dikatakan Savana, kemarahan pelaku dilampiaskan dengan cara memukul menendang serta menyeret dan membenturkan kepalanya ke tembok.
Baca Juga: 6 Tahun Jalan Desa Jeblok, Warga Tempel Nekat Gelar Aksi Tanam Ratusan Pohon Pisang Di Jalan
Dari keterangan Yanto ( paman korban,red) akibat perbuatan pelaku seperti itu korban sempat tidak sadarkan diri di tempat kejadian dan harus dilarikan ke RSD Kertosono karena mengalami luka serius pada bagian muka karena terkena pukulan keras.












