Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Tim Gabungan Sisir 12 Km, Pencarian Nenek Tekat Korban Banjir Bandang Kediri Terus Digenjot

A. Daroini
×

Tim Gabungan Sisir 12 Km, Pencarian Nenek Tekat Korban Banjir Bandang Kediri Terus Digenjot

Sebarkan artikel ini
Tim Gabungan Sisir 12 Km, Pencarian Nenek Tekat Korban Banjir Bandang Kediri Terus Digenjot

Memo.co.id, Kediri – Memasuki hari kedua pasca-terjangan banjir bandang dan tanah longsor yang meluluhlantakkan Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, upaya pencarian korban terus diintensifkan. Pada Minggu (18/5/2025), tim gabungan yang terdiri dari 50 personel dari berbagai instansi dikerahkan untuk menyisir wilayah terdampak. Tim SAR gabungan ini melibatkan sinergi antara anggota Basarnas, Polri, TNI, BPBD, Tagana, serta para relawan.

Operasi pencarian pada hari kedua ini diperluas hingga radius 12 kilometer dari pusat bencana. Seluruh personel dibagi menjadi tiga tim yang memiliki fokus area pencarian yang berbeda. Komandan Tim SAR Mojo, Candra Kristyawan, menjelaskan bahwa proses pencarian diawali dengan penyisiran wilayah dari area Sekolah Dasar (SD) Blimbing hingga Tanjung. Selanjutnya, tim bergerak menuju wilayah Dawuhan, sementara tim lainnya melakukan penyusuran area secara terpisah menggunakan metode scouting.

Baca Juga: Suap Perangkat Desa Kediri, 25 Kades dan 22 Camat Dikonfrontir, Beri Keterangan Palsu Terancam Pidana

“Metode scouting ini kami terapkan sebagai teknik pencarian dengan melakukan pengamatan dan penyisiran area secara visual, baik melalui jalur darat maupun jalur air,” terang Candra.

Lebih lanjut, Candra menambahkan bahwa dalam penyisiran darat, tim SAR dibagi menjadi tiga unit (SRU). Tim 1 dan 2 fokus menyusuri sepanjang aliran Sungai Bruni, sementara Tim 3 menggunakan perahu karet (RCL) untuk menjangkau dan menyisir aliran Sungai Brantas yang berdekatan dengan lokasi bencana.

Baca Juga: Camat Ngaku Terdesak Kepala Desa Sodorkan Kresek Hitam, Terima Uang Karena Wanita

Operasi pencarian ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, sesuai dengan standar prosedur operasional SAR yang berlaku. “Hingga saat ini, belum ada indikasi atau jejak yang mengarah pada keberadaan korban atas nama Nenek Tekat,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Sebagai informasi, bencana tanah longsor dan banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Jumat malam (15/5/2025). Keempat desa yang terdampak musibah tersebut meliputi Desa Blimbing, Desa Petungroto, Desa Pamongan, dan Desa Ngetrep.

Baca Juga: Tragedi Ledakan Petasan Rakitan Di Ponorogo Merenggut Nyawa Seorang Pelajar Muda

Dalam peristiwa tragis ini, tercatat adanya 15 titik longsor yang tersebar di berbagai lokasi di wilayah tersebut. Bencana ini dipicu oleh curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kediri sejak Jumat sore (16/5/2025), yang menyebabkan sungai-sungai yang melintasi desa-desa tersebut meluap hingga mengakibatkan terjadinya banjir bandang.

Desa Blimbing menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat terjangan banjir bandang. Di desa ini, dua rumah dilaporkan tersapu oleh arus banjir, salah satunya adalah rumah milik Nenek Tekat (70) yang hingga kini belum ditemukan. Selain itu, belasan ekor kambing milik warga juga dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus banjir. Banjir Bandang Kediri, Pencarian Korban Mojo, Tim SAR Gabungan Kediri