Operasi pencarian ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, sesuai dengan standar prosedur operasional SAR yang berlaku. “Hingga saat ini, belum ada indikasi atau jejak yang mengarah pada keberadaan korban atas nama Nenek Tekat,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Sebagai informasi, bencana tanah longsor dan banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Jumat malam (15/5/2025). Keempat desa yang terdampak musibah tersebut meliputi Desa Blimbing, Desa Petungroto, Desa Pamongan, dan Desa Ngetrep.
Dalam peristiwa tragis ini, tercatat adanya 15 titik longsor yang tersebar di berbagai lokasi di wilayah tersebut. Bencana ini dipicu oleh curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kediri sejak Jumat sore (16/5/2025), yang menyebabkan sungai-sungai yang melintasi desa-desa tersebut meluap hingga mengakibatkan terjadinya banjir bandang.
Desa Blimbing menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat terjangan banjir bandang. Di desa ini, dua rumah dilaporkan tersapu oleh arus banjir, salah satunya adalah rumah milik Nenek Tekat (70) yang hingga kini belum ditemukan. Selain itu, belasan ekor kambing milik warga juga dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus banjir. Banjir Bandang Kediri, Pencarian Korban Mojo, Tim SAR Gabungan Kediri
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta












