Memo.co.id, Kediri – Jelang perayaan Hari Raya Iduladha tahun ini, dinamika perdagangan hewan kurban di Kediri menunjukkan tren yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan angka penjualan sapi kurban diakui oleh salah seorang pengusaha ternak sapi kurban di Kediri, Mohamad Rofik.
Rofik memaparkan, pada periode yang sama tahun lalu, sekitar dua pekan menjelang Iduladha, antusiasme masyarakat untuk mengakuisisi sapi kurban sudah terlihat signifikan. Bahkan, pada saat itu, usahanya mampu mencatatkan penjualan hingga 650 ekor sapi kurban.
“Namun, untuk tahun ini, hingga saat ini kami baru berhasil menjual antara 250 hingga 300 ekor sapi kurban. Padahal, total populasi sapi yang tersedia di kandang kami mencapai 500 ekor,” ungkapnya.
Mengenai variasi bobot sapi yang ditawarkan, Rofik memastikan bahwa pihaknya menyediakan beragam pilihan sapi dengan berat mulai dari 800 kilogram hingga mencapai 1,3 ton per ekor. Berbagai jenis sapi kurban unggulan juga tersedia, seperti jenis Limousin dan Brahman.
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta












