Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Nganjuk

Melalui Dana Cukai Tembakau, Pemkab Nganjuk Salurkan Bantuan Tunai Rp3,68 Miliar dan Tekan Peredaran Rokok Ilegal

A. Daroini
×

Melalui Dana Cukai Tembakau, Pemkab Nganjuk Salurkan Bantuan Tunai Rp3,68 Miliar dan Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Sebarkan artikel ini
Pemkab Nganjuk Salurkan Bantuan Tunai Rp3,68 Miliar dan Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Nganjuk, Memo

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memimpin penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai Rp3,68 miliar kepada 4.095 buruh dan petani di Alun-Alun Nganjuk, Minggu (6/9/2026). Langkah strategis ini direalisasikan guna memperkuat daya beli masyarakat serta mengintensifkan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengalokasikan dana tunai sebesar Rp900.000 per individu yang disalurkan secara langsung melalui teller Bank Jatim di lokasi acara. Berdasarkan data Dinas Sosial setempat, penerima manfaat mencakup 3.765 buruh pabrik rokok sektor hilir dan 300 petani tembakau dari sektor hulu yang tersebar di berbagai kecamatan.

Selain pembagian dana tunai, agenda ini diisi dengan penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada 10 ahli waris perangkat desa, ketua RT/RW, dan anggota Linmas. Nilai santunan yang diserahkan bervariasi, mulai dari Jaminan Kematian senilai Rp42 juta hingga jaminan kumulatif mencakup Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencapai Rp211,2 juta.

Pengembalian manfaat dana cukai ini ditujukan untuk menopang ketahanan ekonomi keluarga pekerja di tengah tantangan musim kemarau. Di sisi lain, Pemkab Nganjuk menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat dalam mengawasi serta membasmi keberadaan rokok tanpa pita cukai resmi.

“Harapannya bisa meringankan beban perekonomian di musim kemarau ini dan supaya mencegah rokok ilegal beredar di pasaran. Masyarakat bisa memberi info ke pihak berwajib bilamana ada rokok ilegal. Kita bareng mengawasi, mari gempur rokok ilegal di Kabupaten Nganjuk,” tegas Bupati Marhaen Djumadi. (advertorial)