Memo, Nganjuk — Gelombang kecaman publik meledak di media sosial usai kasus dugaan keracunan MBG di Nganjuk menimpa 49 siswa SMAN 3 Nganjuk hingga harus dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (2/9/2026). Para pengguna internet mengekspresikan kekecewaan mendalam dengan menyerbu akun pejabat publik dan mendesak Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk bertanggung jawab penuh atas insiden yang terus berulang ini.
Kemarahan warganet memuncak di berbagai platform berita digital dan media sosial tak lama setelah kabar puluhan pelajar tumbang akibat mengonsumsi jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) merebak. Publik mempertanyakan efektivitas sistem pengawasan serta standar kebersihan rantai pasok makanan yang dikelola penyedia jasa gizi di daerah.
Banyak komentar warga jejaring menyoroti lemahnya evaluasi berkala terhadap dapur penyedia masakan. Mereka menilai pengawasan kualitas pangan masih jauh dari harapan sehingga keselamatan kesehatan para murid sekolah terus dipertaruhkan.
“Program ini harusnya menyehatkan anak-anak, bukan malah mengirim mereka ke IGD. BGN dan instansi terkait harus turun tangan, periksa semua dapur penyedia MBG tanpa terkecuali!” tulis salah satu warganet dalam kolom komentar berita daring, Rabu (2/9/2026).
Insiden keracunan MBG di Nganjuk ini menambah daftar panjang kasus serupa di wilayah Jawa Timur pada hari yang sama. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran meluas di kalangan orang tua murid terkait keamanan jatah makanan gratis yang dibagikan saban hari di sekolah-sekolah.
Masyarakat kini mendesak pihak kepolisian, Dinas Kesehatan, dan BGN untuk menindak tegas unit penyedia makanan yang terbukti lalai. Publik menuntut perombakan total pada skema kontrol kualitas agar insiden medis yang membahayakan nyawa pelajar tidak kembali terulang di masa mendatang.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini











