Memo, Nganjuk — Sebanyak 49 siswa SMAN 3 Nganjuk terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan pascamenyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka pada Rabu (2/9/2026). Kasus siswa SMA Nganjuk keracunan MBG ini memicu kepanikan masif lantaran jumlah pelajar yang mengeluh mual, pusing, dan muntah terus membengkak hingga memadati ruang perawatan darurat.
Para korban segera dievakuasi menggunakan puluhan armada ambulans secara bertahap menuju dua fasilitas kesehatan rujukan utama di Nganjuk. Berdasarkan pendataan medis hingga Rabu sore, gelombang pasien terbagi ke dalam dua lokasi perawatan intensif guna mendapatkan tindakan pertolongan pertama dan pemasangan infus.
Sebanyak 29 pelajar dirawat di IGD RSUD Nganjuk, sementara 20 siswa lainnya mendapatkan penanganan di RS Bhayangkara Nganjuk. Lonjakan pasien secara mendadak ini membuat petugas medis harus bekerja cepat menangani gejala dehidrasi dan gangguan pencernaan akut pada para murid.
Kondisi penanganan darurat tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen rumah sakit yang menerima limpahan pasien pelajar sejak siang hari. Petugas memastikan seluruh korban siswa SMA Nganjuk keracunan MBG langsung mendapatkan observasi ketat.
“Iya benar, hingga sore ini total ada 29 siswa dari SMAN 3 Nganjuk yang dirawat di RSUD Nganjuk karena keluhan yang sama,” jelas Humas RSUD Nganjuk, Aditya H., Rabu (2/9/2026).
Pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk kini mengamankan sisa porsi hidangan MBG yang dikonsumsi para siswa untuk pemeriksaan laboratorium. Penyelidikan intensif juga tengah dilakukan untuk melacak dapur penyedia serta bahan baku masakan guna memastikan penyebab pasti dari insiden keracunan massal tersebut.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












