Example floating
Example floating
NGANJUK

Kondisi Situs Peradaban Jawa Kuno Di Baron Kurang Terawat, Begini Tanggapan Pemerhati Budaya….

Mulyadi Memo
×

Kondisi Situs Peradaban Jawa Kuno Di Baron Kurang Terawat, Begini Tanggapan Pemerhati Budaya….

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Di Kabupaten Nganjuk tepatnya berada di Dusun Lobeser Timur Desa/ Kecamatan Baron ternyata memiliki aset spiritual jawa ( peninggalan leluhur ) berupa punden tua yang dipridiksi sudah berumur mencapai ribuan tahun lamanya.

Oleh masyarakat sekitar , tempat yang diyakini memiliki daya kesakralan tingkat tinggi tersebut dijuluki dengan sebutan ” Punden Mbah Lumpang “.

Baca Juga: Kasus Hamil Di Luar Nikah Di Kalangan Pelajar Di Nganjuk Melonjak, Apa Penyebabnya, Ini Penjelasan Tanti Niswatin .....

Sebutan itu tentunya erat hubunganya dengan adanya batu kuno yang dibuat menyerupai lumpang yang ditempatkan di dalam cungkup ( tempat pemujaan) para kelompok penganut faham dinamisme/animisme ( waktu itu ) atau sebelum masuknya agama ke tanah Jawa.

Baca Juga: Dari Tarian Matahari Suku Indian Sampai Pesan Politik 2027 Untuk SDP, Lanjutkan !!!!

Lumpang batu kuno tersebut konon seperti diungkapkan sebagian besar masyarakat setempat memiliki keajaiban dan keanehan di luar jangkauan akal sehat.

Yaitu , pernah beberapa kali lumpang batu kuno tersebut sengaja dicuri oleh tangan tangan jail . Namun anehnya benda sakral tersebut bisa kembali sendiri ke tempatnya semula tanpa campur tangan dari siapapun.

Baca Juga: Empat Tahun Pembangunan 5 Stand Wisata Karangsemi Terlantar,Nahkoda LSM KPK RI Ancang Ancang Lapor Inspektorat

Dari kejadian itu akhirnya menambah keyakinan masyarakat waktu itu untuk menjadikan tempat itu sebagai punden desa.

Dan itu benar, setiap ada acara bersih desa atau hajatan pribadi, bisa dipastikan Punden Mbah Lumpang sampai sekarang dijadikan tempat tasyakuran atau kendurenan .

” Adat seperti itu sudah menjadi tradisi warga secara turun temurun. Sampai sekarangpun masih rutin berjalan tanpa merubah konsep sedikitpun.Yaitu tetap uri uri budaya leluhur,” ujar Bob Maryono warga setempat.