Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Layanan RSD Kertosono Kembali Disorot, Dua Pasien BPJS Jadi Korban Keteledoran Tim Medis

Mulyadi Memo
×

Layanan RSD Kertosono Kembali Disorot, Dua Pasien BPJS Jadi Korban Keteledoran Tim Medis

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Karena saking banyaknya keluhan dari masyarakat tentang buruknya pelayanan kesehatan di RSD Kertosono terhadap para pasien khususnya pasien BPJS tampaknya menambah catatan merah rumah sakit type C ini.

Itu seperti dialami oleh salah satu pasien laka lantas asal Desa Kalianyar Kecamatan Ngronggot. Pasien dibawah umur tersebut diketahui bernama M.Rizal Aditya Wirawan salah satu pelajar SMP kelas Vlll di salah satu sekolah milik pemerintah di wilayah Kecamatan Ngronggot

Baca Juga: Hari Pertama Pengurukan, Dump Truck Nggoling Di Lokasi Garapan Milik PT Sreya Sewu Indonesia,Ini Penyebabnya..

Dari pengakuan orang tua pasien kepada wartawan menjelaskan terkait sikap para perawat kurang ramah sering melontarkan kata kasar.

Terpenting profesionalnya tindakan medis dari tenaga kesehatan di IGD terhadap anaknya saat awal masuk pada hari Sabtu pagi (23/05/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

Baca Juga: Sekda Nur Solekan Terima Berkas Pandangan Umum 7 Fraksi Di Paripurna DPRD Nganjuk, F PDIP Evaluasi Optimalisasi Pendapatan Dasrah

” Yang saya tahu dari tenaga kesehatan saat memeriksa anak saya bilang bahwa anak saya dinyatakan aman tidak mengalami luka luar secara serius akibat laka lantas,” ucap Sugeng orang tua pasien.

Karena dinyatakan aman masih kata Sugeng akhirnya dipindah di ruang rawat inap Bougenville. Tapi diluar dugaan sebelumnya dalam hitungan jam anaknya tiba tiba mengalami pusing dan seperti mau pingsan.

Baca Juga: Puguh Hernanto : Pawai Boyong Hambangun Projo Sarana Edukasi Sejarah Untuk Generasi Melinial

Melihat kondisi anaknya seperti itu masih kata Sugeng akhirnya dirinya minta ke kepala ruang Bougenville untuk di CT Scan. Tujuannya untuk mengetahui penyebab rasa pusing yang cukup hebat itu.

” Yang bikin kecewa dan kesal, saat diminta untuk dilakukan rekam medis ternyata CT Scannya sudah dua hari rusak. Kalau memang alat medisnya rusak kenapa harus menerima pasien laka. Seharusnya dijelaskan sejak awal biar tidak mengecewakan pasien,” imbuhnya.

Untuk diketahui pasien M.Rizal selama 36 jam berada di RSD Kertosono tapi tidak bisa mengetahui kondisi kesehatan yang sebenarnya pasca laka. Baru bisa diketahui saat dirawat di RSD Jombang ternyata telah mengalami penggumpalan darah di kepalanya.

Belum reda persoalan M.Rizal , kini disusul informasi mengejutkan juga dialami oleh pasien BPJS bernama KS asal Dusun Jabon Desa Drenges Kecamatan Kertosono.

KS diduga menjadi korban malpraktek dengan bukti telah menjalani operasi usus buntu selama 2 kali. Kini pasien dirawat di ruang Bougenville RSD Kertosono.

Dengan realita itu tampaknya menjadi perhatian khusus Komisi lV DPRD Nganjuk untuk mengetahui lebih dekat management dan kompetensi tenaga medis dalam menangani pasien.

Untuk mengetahui fakta dibalik peristiwa dugaan malapraktik ini tunggu edisi berikutnya di memo.co.id.. ( Adi)