Example floating
Example floating
NGANJUK

Kondisi Situs Peradaban Jawa Kuno Di Baron Kurang Terawat, Begini Tanggapan Pemerhati Budaya….

Mulyadi Memo
×

Kondisi Situs Peradaban Jawa Kuno Di Baron Kurang Terawat, Begini Tanggapan Pemerhati Budaya….

Sebarkan artikel ini

Selain muatan magis Punden Mbah Lumpang , ternyata ada sisi lain yang menambah nilai sejarah spiritual ditempat itu terkesan wingit. Yaitu persis di selatan cungkup Mbah Lumpang tumbuh satu buah pohon serut berukuran raksasa yang umurnya diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun.

Baca Juga: Pemulung Miskin Asal Nganjuk Taat Pajak,Tamparan Keras Bagi Para Koruptor Pajak

Dari situ seperti digambarkan oleh salah satu pengamat budaya asal kota angin Nganjuk, Abah Gondrong bahwa keberadaan Punden Mbah Lumpang tersebut sudah ada sebelum agama masuk ke tanah Jawa. Atau masih era peradaban Jawa kuno (animisme).

” Itu bisa dilihat dari motif ukiran batu lumpang dan mahkota batunya. Dimungkinkan dibuat sebelum Masehi. Atau masih era jaman kerajaan,” produksi Abah Gondrong menjelaskan kepada para awak media saat usai melakukan ritual di punden Mbah Lumpang pada hari ini ( Sabtu,4/04/2026).

Baca Juga: Pembagian MBG Untuk Kelompok 3B Tidak Merata, Perwakilan Kades Di Baron Protes SPPG

Ditanya gagasannya dengan keberadaan dan kondisi punden Mbah Lumpang yang terkesan tidak terawat ini , disampaikan Abah Gondrong sudah sepantasnya segera dilakukan renovasi dan penataan ruang di area punden.

Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin

” Bagaimanapun juga ini adalah warisan berharga yang sepatutnya untuk tetap dijaga dan di uri uri sampai kapanpun,” ujarnya juga.

Rencana renovasi seperti yang disampaikan Abah Gondrong yaitu memugar cungkup dan memasang keramik marmer serta memasang kain berwarna kuning di pohon serut.

” Tujuannya selain sebagai bentuk penghormatan dan adab kita terhadap leluhur, juga mengenalkan kepada generasi milineal bahwa nguri nguri budaya lokal bagian dari cinta kita pada budaya asli pribumi,” pungkasnya. ( Adi)