Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Ngontel Kertosono – Prambanan, Heri Koko dan Doni Jadi Sumber Inspirasi Keluarga Besar KOSTI Nganjuk

Mulyadi Memo
×

Ngontel Kertosono – Prambanan, Heri Koko dan Doni Jadi Sumber Inspirasi Keluarga Besar KOSTI Nganjuk

Sebarkan artikel ini

NGANJUK , MEMO – Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Cabang Nganjuk secara simbolis telah memberikan apresiasi khusus kepada Heri Koko dan Doni, di antara ribuan penggemar sepeda tua di wilayah Nganjuk. Penghargaan ini diberikan atas kegigihan keduanya menempuh perjalanan ratusan kilometer dengan mengayuh sepeda tua, menempuh rute lintas provinsi tanpa pendamping maupun pengawalan.

Dua penggemar sepeda tua berjiwa petualang itu adalah Heri Koko (50 tahun) yang akrab disapa Mas HK, warga Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, dan Doni (44 tahun) atau biasa dipanggil Mas Don, warga Desa Pelem, Kecamatan Kertosono. Bersama-sama, mereka berhasil menaklukkan rute dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah, membuktikan semangat petualangan yang tak luntur meski usia sudah tak lagi muda.

Baca Juga: Hari Pertama Pengurukan, Dump Truck Nggoling Di Lokasi Garapan Milik PT Sreya Sewu Indonesia,Ini Penyebabnya..

Bagi keduanya, usia sama sekali bukan penghalang, apalagi alasan untuk mengurangi semangat. Mereka tetap antusias menikmati hobi mengendarai sepeda klasik, turun ke jalan, dan berbaur dengan sesama pecinta sepeda tua dari berbagai kalangan.

Kehebatan keduanya teruji nyata saat Heri Koko berangkat mengandalkan sepeda kesayangannya — sepeda jenis heren merek Fongres buatan Belanda yang sudah berusia puluhan tahun — sementara Doni juga membawa sepeda klasik andalannya. Keduanya berhasil hadir dan berpartisipasi dalam acara International Veteran Cycle Association (IVCA) yang digelar di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta.

Baca Juga: Sekda Nur Solekan Terima Berkas Pandangan Umum 7 Fraksi Di Paripurna DPRD Nganjuk, F PDIP Evaluasi Optimalisasi Pendapatan Dasrah

“Langkah ini patut diacungi jempol dan layak mendapat apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Penasehat KOSTI Cabang Nganjuk, Drs. Imam Dwianto, saat dihubungi lewat pesan WhatsApp, Rabu (26/5/2026).

Menurut Imam, perjalanan yang ditempuh Mas HK dan Mas Don bukan sekadar aktivitas bersepeda biasa. Menempuh jarak jauh melintasi dua provinsi membutuhkan persiapan yang matang, kondisi fisik yang prima, ketahanan mental yang kuat, serta pemahaman mendalam mengenai rute dan kondisi jalan. Semua persiapan itu dijalankan dengan sangat baik hingga mereka tiba di tujuan dengan selamat, sehat, dan penuh kebanggaan.

Baca Juga: Puguh Hernanto : Pawai Boyong Hambangun Projo Sarana Edukasi Sejarah Untuk Generasi Melinial

“Bagi kami keluarga besar KOSTI Nganjuk, perjalanan Mas HK dan Mas Don menjadi teladan nyata. Hal ini mengajarkan bahwa hobi sepeda tua bukan hanya soal merawat benda antik, tetapi juga tentang menjaga semangat, ketekunan, dan keberanian berpetualang. Keduanya menjadi inspirasi, terutama bagi rekan-rekan yang mungkin merasa usia atau jarak tempuh adalah sebuah batasan,” tambah Imam.

Selain mengagumi ketangguhan fisik dan mental mereka, KOSTI Nganjuk juga sangat mengapresiasi dedikasi Mas HK dan Mas Don dalam merawat sepeda-sepeda tua buatan luar negeri tersebut. Meski sudah berusia puluhan tahun, sepeda-sepeda itu tetap terawat dengan sangat baik, kuat, dan andal diajak berjuang menempuh berbagai kondisi jalan sepanjang ratusan kilometer.

Kisah perjalanan Mas HK dan Mas Don dari Kertosono hingga Prambanan kini menjadi cerita yang dibanggakan dan terus disebarluaskan di kalangan seluruh anggota KOSTI. Mereka telah membuktikan satu hal penting: bahwa dengan semangat yang tinggi dan cinta mendalam pada hobi, jarak tempuh maupun usia bukan lagi halangan yang berarti. Semangat keduanya kini menjadi api semangat baru bagi seluruh anggota komunitas, agar terus aktif, berkarya, dan berpetualang lewat sepeda-sepeda tua kesayangan mereka.( Adi )