NGANJUK, MEMO – Pembangunan 5 stand wisata di Desa Karangsemi Kecamatan Gondang yang menyerap anggaran Dana Desa tahun 2022 senilai Rp 90 juta disinyalir gagal fungsi karena
tidak sesuai perencanaan dan pemanfaatnya.
Faktanya seperti dikatakan Ketua LSM Komunitas Penegak Keadilan ( KPK ) RI , Sunyoto Hendro Susilo ( SHS) bahwa belum difungsikanya 5 stand wisata tersebut terhitung sejak awal pembangunan tahun 2022 sampai sekarang ( 2026) atau sudah 4 tahun terlantar.
Dengan kondisi seperti ini masih kata Mbah Nyot panggilan akrab penjaga gawang LSM KPK RI Cabang Nganjuk ini kaitanya dengan tupoksi pendamping dana desa dan pelaksana kegiatan patut dipertanyakan. Karena terkesan ada pembiaran.

” Dengan terbengkelainya lima stand wisata untuk tempat jualan produk lokal seperti ini, terbukti fungsi pengawasan dari pendamping dana desa impoten,” tandas Mbah Nyot tegas.
Disinggung lebih jauh oleh Mbah Nyot, selain gagal fungsi ada yang lebih fatal yaitu bahwa proses pengerjaan pembangunan sarana paket wisata desa tersebut juga disinyalir gagal teknis.
Pasalnya setelah dibangun pada tahun 2022 dan dinyatakan progres seratus persen, tiga bulan kemudian terjadi keretakan dan kemiringan pada dasar lantai stand wisata,.

Selanjutnya dengan kerusakan yang fatal di tahun 2022, dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 2024 Pemerintahan Desa Karangsemi melakukan renovasi dengan menggunakan sumber anggaran dana desa 2024 sebesar Rp.38.503.800 .
” Dengan alokasi anggaran untuk pekerjaan renovasi sebesar itu sangat tidak rasional. Analisis saya serapan anggaran untuk pekerjaan itu kisaran lima belas jutaan,” kata Mbah Nyot juga.
Lebih lanjut kata Mbah Nyot ini bagian dari dugaan praktek penyelewengan uang negara , karena dilihat dari jenis dan hasil serta volume pekerjaannya tidak sepadan dengan alokasi pagu anggarannya.

” Dalam waktu dekat ini saya akan melayangkan surat aduan ke inspektorat untuk dilakukan audit ,” pungkasnya.
Sementara itu dikatakan Kepala Desa Karangsemi, Eny Suyati saat dihubungi melalui nomor WhatsApp nya menampik keras kalau pekerjaan itu gagal fungsi.
Dijelaskan Eny Suyati untuk pemanfaatan 5 stand wisata tersebut dalam waktu dekat ini akan dimulai untuk berjualan tepatnya menjelang acara bersih desa.
Dan masih kata Eny Suyati di awal rencana lima stand bisa dibuka menunggu pembangunan kolam renang selesai.
” Karena ada program penghematan anggaran dana desa akhirnya rencana itu kita pending dulu menunggu kondisi dana desa normal kembali,” pungkasnya. ( Adi )












