” Dengan alokasi anggaran untuk pekerjaan renovasi sebesar itu sangat tidak rasional. Analisis saya serapan anggaran untuk pekerjaan itu kisaran lima belas jutaan,” kata Mbah Nyot juga.
Lebih lanjut kata Mbah Nyot ini bagian dari dugaan praktek penyelewengan uang negara , karena dilihat dari jenis dan hasil serta volume pekerjaannya tidak sepadan dengan alokasi pagu anggarannya.

” Dalam waktu dekat ini saya akan melayangkan surat aduan ke inspektorat untuk dilakukan audit ,” pungkasnya.
Sementara itu dikatakan Kepala Desa Karangsemi, Eny Suyati saat dihubungi melalui nomor WhatsApp nya menampik keras kalau pekerjaan itu gagal fungsi.
Baca Juga: 30 Menit Sweeping, Go Green Temukan Tumpukan Limbah B3 Di RSD Kertosono
Dijelaskan Eny Suyati untuk pemanfaatan 5 stand wisata tersebut dalam waktu dekat ini akan dimulai untuk berjualan tepatnya menjelang acara bersih desa.
Dan masih kata Eny Suyati di awal rencana lima stand bisa dibuka menunggu pembangunan kolam renang selesai.
” Karena ada program penghematan anggaran dana desa akhirnya rencana itu kita pending dulu menunggu kondisi dana desa normal kembali,” pungkasnya. ( Adi )












