Aktivitas penambangan emas ilegal yang sempat meramaikan sungai Desa Keboireng, Kecamatan Besuki,bupaten Tulungagung, kini telah dihentikan. Kolaborasi antara Pemerintah Desa Keboireng dan Perhutani menjadi kunci utama dalam meredakan demam emas yang sempat membuat resah warga.
Sebelumnya, video penemuan emas di media sosial memicu gelombang kedatangan warga dari berbagai daerah. Para pencari emas ini bahkan rela menginap demi bisa ikut serta dalam perburuan di sepanjang aliran sungai tersebut.
Baca Juga: KPK Selidiki Asal Muasal Uang Setoran Belasan Kepala Dinas Untuk Bupati Tulungagung
Kepala Desa Keboireng, Supirin, mengungkapkan keresahan warga akibat membludaknya pendatang. “Warga saya terganggu kedatangan orang-orang luar daerah dan orang-orang luar daerah itu pada mencari di tebing-tebingnya sungai. Termasuk juga banyak yang menginap malam hari ratusan orang dari luar,” jelas Supirin. Para pendatang ini diketahui berasal dari luar kota seperti Lumajang, Blitar, dan Pasuruan.
Selain dampak sosial, kekhawatiran terbesar warga adalah kerusakan lingkungan. Aktivitas pengerukan tanah di tebing sungai oleh para pencari emas dikhawatirkan akan merusak ekosistem sungai dan sekitarnya.












