Surabaya, Memo
Sebuah video yang diunggah oleh pengacara Sholeh mengenai dugaan penahanan ijazah siswa SMKN 12 Surabaya memicu perhatian publik dan langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Dalam video yang beredar di media sosial, Sholeh menyoroti adanya keluhan dari sejumlah siswa yang belum menerima ijazah meskipun telah lulus. Ia menyesalkan bahwa siswa-siswa tersebut justru diarahkan untuk menemui Ketua Komite Sekolah terlebih dahulu, yang menurutnya tidak relevan dengan urusan pengambilan ijazah.
“Ini sangat disayangkan. Apa kaitannya ijazah dengan Komite Sekolah?” ujar Sholeh dalam video yang diterima redaksi pada Kamis (24/7/2025). Sholeh, yang dikenal dengan slogan “No Viral No Justice”, menganggap hal ini sebagai bentuk perlakuan yang tidak semestinya terhadap hak siswa.
Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan
Merespons cepat, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan langsung melakukan pengecekan ke sekolah terkait. “Saya cek, inggih,” ujarnya singkat.












