Example floating
Example floating
SURABAYA RAYA

Viral Dugaan Penahanan Ijazah Siswa SMKN 12 Surabaya, Disdik Jatim: Tidak Benar, Hanya Miskomunikasi

Ferdi Ragil
×

Viral Dugaan Penahanan Ijazah Siswa SMKN 12 Surabaya, Disdik Jatim: Tidak Benar, Hanya Miskomunikasi

Sebarkan artikel ini

Klarifikasi pun segera diberikan oleh Kepala SMKN 12 Surabaya, Cone Kustarto Arifin. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah melakukan penahanan ijazah. Menurut Cone, kesalahpahaman ini terjadi karena sejumlah siswa belum datang ke sekolah untuk mengambil ijazah, meskipun pihak sekolah telah mengumumkan pengambilan ijazah secara terbuka dan tanpa pungutan biaya.

“Maaf Bapak, ijin melaporkan. Insya Allah tidak benar. Hanya miskomunikasi saja. Siswa belum datang ke sekolah karena kekhawatiran mereka sendiri. Padahal sejak lama sudah kami umumkan lewat berbagai saluran — pengumuman sekolah, Instagram, website — bahwa ijazah bisa diambil kapan saja tanpa harus membayar. Mohon maaf sebelumnya,” jelas Cone dalam laporan tertulis kepada Kadispendik.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Aries pun menegaskan bahwa informasi tersebut selaras dengan temuan pihaknya. Ia menilai anggapan adanya penahanan ijazah sering kali muncul dari siswa atau orang tua yang belum datang ke sekolah, tetapi sudah merasa dipersulit.

“Kadang siswa belum datang ke sekolah, tetapi sudah menyampaikan bahwa ijazahnya ditahan. Padahal begitu datang, pasti langsung kami berikan, karena itu adalah hak mereka,” ujar Aries.

Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan

Ia juga memastikan bahwa sekolah sudah melakukan sosialisasi terbuka dan berulang kali menyampaikan bahwa ijazah bisa diambil tanpa biaya. Mispersepsi ini, katanya, kemungkinan besar terjadi karena kurangnya akses informasi atau komunikasi dari pihak siswa maupun orang tua.