NGANJUK, MEMO – Gara gara uang kompensasi debu sebulan tidak terbayar ( ngeblong) , warga Dusun Sugihwaras Desa Ngepeh ,Loceret protes hentikan ratusan armada pengangkut hasil tambang pada hari ini ( Rabu, 11/02/2026).
Marlan , salah satu koordinator warga setempat menyebut uang kompensasi yang belum terbayar selama satu bulan untuk 52 KK dari Mulyono selaku direktur CV Faiha Dila Jaya sekaligus pemilik tambang yang berlokasi di Desa Genjeng,Loceret senilai Rp 10,5 juta.
Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin

” Itu hak warga yang sudah disepakati bersama, tapi sejak satu bulan terakhir ini tidak dibayar pemilik tambang,jangan salahkan warga kalau stop armada,” terang Marlan saat ditemui wartawan memo.co.id di rumahnya hari ini ( Rabu,11/02/2026).
Jika belum terbayar hari ini dan seterusnya ditegaskan juga oleh Marlan, warga menuntut lokasi tambang harus di tutup total.

Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
Untuk diketahui, dalam aksi penghentiaan armada tersebut ditandai dengan pemasangan atribut protes berupa banner yang diletakkan di jalan raya menuju lokasi tambang Genjeng.












