Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Tembok Rumah Warga Miskin Ambrol, Kades SDP Gerak Cepat, Dinas Perkim Turun Assessment

Mulyadi Memo
×

Tembok Rumah Warga Miskin Ambrol, Kades SDP Gerak Cepat, Dinas Perkim Turun Assessment

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Insiden jebolnya tembok rumah bagian belakang milik Supriyadi ,66, warga Dusun Koripan RT 01 RW 03 Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom sejak sepekan yang lalu akhirnya mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Daerah setempat.

Terbukti pada hari Selasa siang (19/05/2026), sekitar pukul 13.00 WIB di rumah sangat sederhana sekali ( RSSS) berukuran 5 x 10 meter itu didatangi lima petugas berseragam lengkap dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan ( DPRKPP) Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga: Hari Pertama Pengurukan, Dump Truck Nggoling Di Lokasi Garapan Milik PT Sreya Sewu Indonesia,Ini Penyebabnya..

Kedatangan mereka guna melakukan pendataan tingkat kerusakan rumah milik pedagang tahu tek keliling ini masuk katagori ringan sedang atau berat.

Baca Juga: Sekda Nur Solekan Terima Berkas Pandangan Umum 7 Fraksi Di Paripurna DPRD Nganjuk, F PDIP Evaluasi Optimalisasi Pendapatan Dasrah

Dari hasil monitor fisik rumah tidak layak huni itu dari keterangan para petugas usai melakukan assessment dinyatakan memang layak mendapat penanganan renovasi cepat dengan menggunakan anggaran bencana.

Baca Juga: Puguh Hernanto : Pawai Boyong Hambangun Projo Sarana Edukasi Sejarah Untuk Generasi Melinial

Ditanya wartawan memo.co.id untuk estimasi besaran anggaran yang akan diturunkan kepada korban bencana, para petugas belum bisa memberikan keterangan secara detail. Menurut mereka dari hasil assessment ini akan dilaporkan ke kepala dinas dulu. Selanjutnya baru bisa diajukan ke bupati.

Untuk diinformasikan bahwa tingkat kerusakan rumah bekas dapur yang ditempati tiga anggota keluarga selama hampir beberapa tahun itu tergolong parah.Karena hampir seluruh tembok bagian belakang ambrol.

Namun sayangnya saat ditanya apa penyebab ambrolnya tembok tersebut ternyata belum diketahui secara pasti. Yang jelas, pasca kejadian itu Supriyadi hanya memasang banner dan kain slambu sebagai pengganti tembok.

Mirisnya lagi, seperti dikatakan Anjarwati istri Supriyadi saat kejadian ambrolnya tembok pada senin malam itu sekitar pukul 19.00 WIB untungnya rumah dalam kondisi kosong.

” Kalau pas kejadian anak saya tidur di kamar tidak tahu nasibnya,” ucap Anjarwati sdikit trauma.

Untuk diketahui juga kondisi rumah Supriyadi selalin masih berlantai tanah dan terkesan kumuh, ternyata belum dilengkapi sarana MCK ( mandi cuci kakus). Kalau mandi dan buang air besar masih jadi satu dengan saudaranya .

” Kalau mandi dan buang air besar setiap hari numpang di tempat ibu saya,” ujar Lia keponakan Anjarwati yang rumahnya bersebelahan

Sementara itu disampaikan Kepala Desa Kampungbaru ,Susilo Dwi Prasetyo dengan realita itu mudah mudahan pemerintah daerah bisa mengcover lewat APBD.

” Dengan persoalan ini tentunya desa tidak bisa berdiri sendiri tanpa melibatkan campur tangan pemerintah kabupaten. Alhamdulillah sudah positif ditangani tinggal menunggu jadwal pelaksanaan renovasinya. Atas nama warga dan pemerintahan desa kami haturkan beribu terimakasih kepada bupati yang membantu warga kami ,” ucap Kepala Desa Kampungbaru , Susilo Dwi Prasetyo. ( Adi)