NGANJUK, MEMO – Tiga tahun silam atau tepatnya pada tahun 2023 , Desa Ngringin Kecamatan Lengkong, Nganjuk mendapatkan bantuan proyek pembangunan drainase untuk sarana pengairan lahan pertanian yang ada di Dusun/Desa Ngringin.
Dana segar yang dikucurkan sesuai informasi di papan prasasti bersumber dari Bantuan Khusus Keuangan ( BKK) APBD TA 2023 senilai Rp 100 juta. Dengan jenis kegiatan pembangunan drainase batu kali dengan volume pekerjaan panjang 136.54 m ( kanan kiri) dengan ketinggian 0,50 m.
Namun demikian ada fakta menarik di balik kegiatan fisik tersebut. Salah satunya seperti pengakuan para petani setempat bahwa kalau sarana bantuan dari pemerintah daerah tersebut tidak berfungsi sesuai perencanaan yaitu untuk saluran irigasi petani.

Kondisi itu berlangsung sudah tiga tahun. Atau terhitung sejak pembangunan selesai sampai sekarang tidak pernah teraliri air. Justru disepanjang saliuran drainase ditumbuhi rumput belukar.
” Tiga tahun mangkrak mas ora tahu klebon banyu ,” ucap Mbah Bani petani tembakau dengan logat jawa campuran.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah, Begini Tanggapan Ketua DPD LDII Nganjuk.......
Kata Mbah Bani juga kepada wartawan memo.co.id bahwa sebelum bantuan itu turun, pihak pemerintahan desa tidak mengadakan musyawarah bersama kelompok tani. Ujug ujug ada pengerjaan bangunan tanpa sepengetahuan kelompok tani.

” Kulo bingung bangunan niku asline damel saluran pembuangan nopo damel saluran irigasi boten jelas mas,” gerutu Mbah Bani .












