Interaksi hangat dan penuh empati juga ditunjukkan saat ia menyapa anak-anak disabilitas di Rumah Terapi Bina Permata SMP Negeri 1 Panggul secara virtual, memperkuat jembatan empati antara pemerintah dan warganya.
Menurut Fatma, HLUN bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sebuah komitmen konkret untuk terus mendampingi dan memberdayakan kelompok yang seringkali terpinggirkan dari arus pembangunan.
“Saya berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dan membantu saudara-saudara kita keluar dari kesulitan ekonomi,” katanya, menyampaikan harapan besar atas dampak positif bantuan tersebut.
Dalam semangat kolaborasi yang kuat, Fatma turut mengajak seluruh elemen pemerintah daerah untuk bersinergi dan bergandengan tangan demi mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan inklusif.
Baca Juga: Sentuhan Tangan Emas dari Trenggalek yang Menyembuhkan Pasien Tanpa Pamrih
“Mari Bapak Bupati dan Ibu, kita terus bersinergi, bergandengan tangan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera, inklusif, dan berkeadilan sosial,” pungkasnya, menyerukan persatuan dalam upaya pembangunan.
Acara HLUN 2025 di Trenggalek ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, perwakilan Sentra Terpadu Kartini Temanggung, serta antusiasme yang tinggi dari para penerima manfaat. Kehadiran dan semangat warga sepanjang kegiatan menunjukkan keseriusan Trenggalek dalam membangun pondasi inklusi dan keberdayaan untuk masa depan yang setara bagi semua lapisan masyarakat.
Baca Juga: Sorotan DPRD Trenggalek Anggaran TPP ASN Lebih Besar dari PAD Murni












