Example floating
Example floating
TRENGGALEK

Trenggalek Perkuat Inklusi, HLUN 2025 Soroti Kesejahteraan Disabilitas dan Lansia

A. Daroini
×

Trenggalek Perkuat Inklusi, HLUN 2025 Soroti Kesejahteraan Disabilitas dan Lansia

Sebarkan artikel ini
Trenggalek Perkuat Inklusi, HLUN 2025 Soroti Kesejahteraan Disabilitas dan Lansia

Memo hari ini
TRENGGALEK – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 di Kabupaten Trenggalek menjadi platform penting untuk mengukuhkan komitmen terhadap kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas dan lansia.

Acara yang meriah di Pendopo Kabupaten Trenggalek ini dihadiri langsung oleh Penasihat I Dharma Wanita Kementerian Sosial RI, Fatma Syaifullah Yusuf. Dalam sambutannya, Fatma secara tegas menekankan urgensi penciptaan ruang yang layak dan suportif bagi anak-anak disabilitas untuk tumbuh optimal dan mengembangkan potensi mereka.

Baca Juga: Pansus DPRD Trenggalek Kritik RPJMD, Visi "Adil Makmur" Terlalu Dangkal, Abaikan Target Net Zero Karbon 2045!

“Mudah-mudahan di Trenggalek ini tidak hanya ada rumah terapi, tetapi juga ruang-ruang khusus yang bisa memberi kesempatan kepada anak-anak disabilitas yang memiliki potensi. Mereka harus kita dukung sepenuhnya,” ujar Fatma, menggarisbawahi pentingnya fasilitas yang memadai.

Sebagai wujud konkret dukungan negara, Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan sosial senilai total Rp957 juta. Bantuan ini terbagi dalam beberapa kategori: Bantuan ATENSI dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung sebesar Rp607 juta, Bantuan Keserasian Sosial Rp150 juta, serta Bantuan Kearifan Lokal Rp200 juta.

Baca Juga: Sentuhan Tangan Emas dari Trenggalek yang Menyembuhkan Pasien Tanpa Pamrih

Dana ini ditujukan secara spesifik untuk menyasar kelompok lansia, penyandang disabilitas, anak-anak, penyintas bencana, dan enam komunitas masyarakat berbasis lokal yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Fatma juga meluangkan waktu untuk meninjau langsung beragam kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HLUN. Ia mengunjungi pameran hasil karya penyandang disabilitas, mengamati layanan kesehatan khusus untuk lansia, serta mengikuti sesi terapi bagi kelompok rentan.

Baca Juga: Sorotan DPRD Trenggalek Anggaran TPP ASN Lebih Besar dari PAD Murni