Example floating
Example floating
BLITAR

Tony Andreas Bongkar Ambisi Besar: Kota Blitar Harus Jadi Macan Porprov

Prawoto Sadewo
×

Tony Andreas Bongkar Ambisi Besar: Kota Blitar Harus Jadi Macan Porprov

Sebarkan artikel ini

Blitar, memo.co.id

Persaingan pemilihan Ketua KONI Kota Blitar mulai mengerucut. Salah satu kandidat, Tony Andreas, resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua KONI Kota Blitar pada Sabtu malam (9/5/2026).

Baca Juga: PT TUN Jakarta Kuatkan Putusan Sengketa PSHT, Tim Hukum Sebut SK 2019 Tetap Sah

Tony menyerahkan formulir sekitar pukul 23.00 WIB atau menjelang penutupan pendaftaran di kantor KONI Kota Blitar. Dengan pengembalian formulir tersebut, Tony memastikan diri ikut dalam bursa perebutan kursi Ketua KONI Kota Blitar periode mendatang.

Usai mengembalikan formulir, Tony Andreas mengaku optimistis mampu membawa prestasi olahraga Kota Blitar lebih kompetitif di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Baca Juga: KONI Kabupaten Blitar Dorong Penyelesaian Konflik IPSI Demi Atlet Porprov

Berbekal pengalaman memimpin KONI Kabupaten Blitar selama dua periode, Tony menilai pola pembinaan atlet dan strategi yang pernah diterapkannya dapat menjadi modal untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kota Blitar.

“Saya di Kabupaten sudah dua kali menjadi Ketua KONI. Saya juga asli warga Blitar, tentunya pengalaman di bidang olahraga ini ingin saya baktikan untuk Blitar Raya agar prestasi olahraga Kota Blitar bisa meningkat,” kata Tony Andreas.

Baca Juga: Ratusan Anggota PSHT Geruduk DPRD Kabupaten Blitar, Tuntut Penertiban Organisasi Ilegal

Tony menilai Kota Blitar memiliki peluang besar untuk berkembang karena ditopang anggaran pembinaan olahraga yang cukup besar. Menurutnya, dengan pengelolaan yang tepat, prestasi atlet Kota Blitar seharusnya bisa lebih maksimal.

“Pengalaman di kabupaten akan saya terapkan di kota. Dengan anggaran yang besar, seharusnya prestasi Kota Blitar bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Selain fokus pada prestasi, Tony juga menyoroti pentingnya tata kelola organisasi dan keuangan yang profesional. Ia menyebut besarnya anggaran olahraga harus benar-benar berdampak terhadap peningkatan prestasi atlet.