Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Prawoto Sadewo
×

Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Kapolres Blitar AKBP Rivanda, akhirnya angkat bicara terkait beredarnya kabar di media sosial maupun sejumlah media online yang menyebutkan bahwa Wakapolres Blitar diduga melakukan penganiayaan terhadap ajudannya hingga menyebabkan luka serius.

Baca Juga: Ormas 212 dan PSHT Gelar Doa Bersama untuk Korban Pengeroyokan di Loceret Nganjuk

 

Dalam keterangannya di hadapan awak media pada Jumat (05/06/2026), AKBP Rivanda menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan oleh pihaknya setelah melakukan klarifikasi dan penelusuran secara langsung.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Ayahnya, Megawati Pertegas Semangat Merawat Warisan Bung Karno 

 

“Hari ini kami mengklarifikasi terkait berita yang beredar di media sosial maupun beberapa media online yang menyebutkan bahwa Wakapolres Blitar menganiaya ajudannya. Informasi tersebut kami ketahui pada Rabu kemarin dan malam itu juga kami langsung melakukan langkah-langkah klarifikasi,” ujar AKBP Rivanda.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

 

Menurut Kapolres, begitu mendapatkan informasi tersebut, pihaknya segera memanggil ajudan yang disebut menjadi korban dalam pemberitaan. Dari hasil pemeriksaan dan komunikasi langsung, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan sebagaimana yang ramai diberitakan.

 

“Yang bersangkutan kami panggil dan bahkan datang langsung ke kediaman kami. Saat kami temui, tidak ada bekas penganiayaan ataupun luka yang terlihat. Kondisinya baik-baik saja,” jelasnya.

 

Selain meminta keterangan dari ajudan yang bersangkutan, Kapolres juga melakukan konfirmasi kepada Wakapolres Blitar terkait isu yang berkembang. Dari hasil klarifikasi tersebut, Wakapolres membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya dan menyatakan tidak pernah melakukan tindakan penganiayaan sebagaimana yang diberitakan.

 

“Kami juga sudah mengonfirmasi kepada Pak Wakapolres dan yang bersangkutan menyampaikan tidak pernah melakukan hal tersebut. Karena itu kami terus mencari sumber awal munculnya informasi tersebut sehingga bisa diketahui bagaimana kabar itu dapat berkembang di masyarakat,” tambah Kapolres.

 

AKBP Rivanda juga menyoroti adanya informasi yang menyebutkan bahwa hidung ajudan tersebut sampai mengalami patah akibat dugaan penganiayaan. Namun setelah dilakukan pengecekan langsung, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kondisi ajudan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami luka seperti yang diberitakan.

 

“Katanya hidungnya sampai patah, sedangkan setelah kami cek yang bersangkutan baik-baik saja. Tidak ada luka maupun kondisi yang menunjukkan adanya penganiayaan,” tegasnya.

 

Kapolres berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia juga menegaskan komitmen Polres Blitar untuk terus bekerja secara profesional, transparan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

“Semoga dengan adanya pemberitaan ini, Polres Blitar semakin transparan dalam melayani warga masyarakat Kabupaten Blitar. Polri memiliki tugas untuk mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Karena itu kami akan terus menjaga kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi dan pelayanan yang humanis,” pungkas AKBP Rivanda.w