Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Dari Pritil Brambang Mampu Serap Tenaga Kerja Lokal

Mulyadi Memo
×

Dari Pritil Brambang Mampu Serap Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Rutinitas keseharian para ibu rumah tangga di Desa Gejakan Kecamatan Loceret saat ini tidak hanya monoton urusan dapur sumur dan maaf urusan kasur saja.

Kini para emak emak muda dan lansia di desa yang populer disebut kampung UMKM tersebut memiliki tambahan kesibukan ringan tapi bisa menghasilkan rupiah. Apa itu ?. Masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah kerjo borongan pritil brambang.

Baca Juga: Diduga Konsleting Listrik, Satu Rumah Di Jogomerto Ludes Dilalap Si Jago Merah

” Lumayan damel penghasilan harian kersane dapur tetap ngebul,” ucap para ibu ibu yang ditemui di tempat kerjanya di gedung pertemuan setempat hari ini ( Sabtu,6/6/2026).

Baca Juga: Parikesit Dadi Ratu Lambang Sakral Ruminah Maju Menuju Kursi Keprabon Desa Betet 2027

Dari pantauan wartawan memo.co.id, jumlah pekerja borongan setiap harinya tidak kurang dari puluhan ibu ibu. Setiap harinya mereka ( emak emak ) mampu mendapatkan uang upah borongan pritil brambang dari Rp 30 ribu sampai 50 ribu perhari. Tergantung kemampuan dan ketelatenan saja. Semakin kuat dan tlaten maka semakin besar uang yang didapat.

Baca Juga: Grebeg Suro Macopat Trah Gajah Mada Lambang Kebangkitan Budaya Jawa Di Peradaban Modernisasi

Pekerjaan ini menurut pengakuan mereka tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Pada intinya siapa saja khususnya warga Desa Gejakan boleh bergabung jadi pekerja borong pritil brambang. Artinya pekerjaan ini memang dijadikan ladang penghasilan harian untuk warga.

” Konsepnya memang pemberdayaan dan peningkatan ekonomi kerakyatan. Semakin banyak pekerja , maka semakin mengurangi jumlah pengganguran di desa kami khususnya kelompok ibu ibu biar punya penghasilan tambahan,” kata Kepala Desa Gejakan Kecamatan Loceret , Dedi Nawan.

Persediaan bawang merah yang ada di gedung pertemuan masih kata Dedi Nawan tidak akan pernah telat. Apalagi kalau memasuki musim panen raya barang akan melimpah.

” Sejak awal kita sudah membangun kerjasama dengan para kepala desa yang menanam bawang merah. Sementara kami hanya menyediakan tempat dan tenaga kerjanya. Alhamdulillah kegiatan ini sampai hari ini tetap eksis dan diminati warga,” pungkas Dedi.

Untuk diketahui juga, progres pengentasan kemiskinan di Desa Gejakan sesuai pencapaianya terus diupayakan bergerak maju. Lintas usaha kecil menengah terus digenjot. Seperti apa kiprah Dedi Nawan membangun ekonomi kerakyatan dan birokrasinya tunggu edisi memo.co.id berikutnya. ( Adi)