MEMO – Sebuah langkah membanggakan kembali diukir oleh Indonesia di kancah internasional. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia secara resmi mengusulkan beberapa kekayaan budaya takbenda (intangible cultural heritage) untuk diakui dan dimasukkan ke dalam daftar bergengsi UNESCO. Beberapa warisan budaya yang diajukan antara lain adalah tempe, Teater Mak Yong, hingga seni pertunjukan jaranan.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen kuat Indonesia dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya takbenda. Komitmen ini telah diikrarkan sejak tahun 2003 melalui ratifikasi Konvensi UNESCO tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda.
“Sejak tahun 2003, kita terus berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menjaga warisan budaya takbenda (ICH) yang kita miliki, dan secara aktif mendaftarkan berbagai elemen budaya tersebut ke dalam daftar UNESCO,” ujarnya dengan penuh semangat pada hari Kamis (3/4/2025).
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Budaya Tempe sangat layak untuk diusulkan oleh Indonesia ke dalam daftar ICH UNESCO, mengingat nilai historis, filosofis, dan juga manfaatnya bagi masyarakat. Sementara itu, pengajuan seni pertunjukan jaranan dilakukan secara bersamaan dengan kehadiran Suriname sebagai bentuk upaya mempererat tali persaudaraan dan hubungan baik antar kedua bangsa.
Selain Budaya Tempe dan jaranan, Indonesia juga mengajukan Teater Mak Yong sebagai nominasi tambahan. Menurut Menteri Fadli Zon, Teater Mak Yong sebelumnya telah diajukan oleh negara tetangga, Malaysia, dan berhasil diinskripsi dalam daftar UNESCO pada tahun 2008 silam.
Masuknya berbagai elemen budaya Indonesia ke dalam daftar ICH UNESCO diharapkan dapat meningkatkan kesadaran global akan betapa kaya dan beragamnya khazanah budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Lebih dari itu, pengakuan dari UNESCO ini juga akan memastikan keberlanjutan, perlindungan, dan pelestarian tradisi-tradisi budaya tersebut di masa yang akan datang.
“Kami meyakini bahwa pengakuan internasional bukanlah tujuan akhir dari upaya ini, melainkan sebuah cara yang efektif untuk memastikan bahwa tradisi-tradisi luhur ini terus dilestarikan, dirayakan oleh masyarakat luas, serta diwariskan kepada generasi penerus bangsa,” pungkas Fadli Zon dengan penuh harap.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












