Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BisnisBlitar

Blitar Bidik Sumenep Jadi Pasar Baru Telur, Bupati Rijanto Dorong Kerja Sama Antardaerah

Prawoto Sadewo
×

Blitar Bidik Sumenep Jadi Pasar Baru Telur, Bupati Rijanto Dorong Kerja Sama Antardaerah

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260918 082130 WhatsApp 1

Blitar, Memo.co.id

Potensi produksi telur ayam ras di Kabupaten Blitar kembali menjadi modal untuk memperluas pasar ke daerah lain. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Blitar menggandeng Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkuat perdagangan komoditas pangan sekaligus menjaga stabilitas harga.

 

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Pengendalian Inflasi Daerah Komoditas Pangan Strategis di Pendopo Agung Kabupaten Sumenep, Kamis (17/9/2026).

 

Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M. mengatakan, kerja sama tersebut membuka peluang bagi produk pangan Blitar, khususnya telur, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumenep.

 

Rijanto menyebut Blitar memiliki basis peternakan ayam petelur yang kuat. Lebih dari 4.000 peternak rakyat beraktivitas di sektor tersebut dengan produksi telur mencapai sekitar 721 ton per hari.

 

Besarnya produksi itu, menurut Rijanto, menjadi peluang yang perlu dihubungkan dengan daerah yang membutuhkan pasokan pangan secara berkelanjutan.

 

“Potensi inilah yang ingin terus kami kembangkan melalui kolaborasi dan kerja sama antar daerah,” ujar Rijanto.

 

Sumenep dipandang memiliki kebutuhan distribusi pangan yang khas karena wilayahnya terdiri atas banyak pulau. Kondisi geografis tersebut membuat kesinambungan pasokan dan distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan komoditas pangan.

 

Karena itu, Rijanto berharap kerja sama dengan Sumenep tidak hanya menghasilkan transaksi perdagangan, tetapi juga membangun pola distribusi yang lebih terjamin.

 

Menurutnya, sinergi dapat dikembangkan melalui berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

 

“Harapan kami, kerja sama ini bisa saling menguntungkan. Termasuk melalui perdagangan telur untuk memasok Kabupaten Sumenep dan menjaga harga pangan strategis tetap terkendali,” katanya.

 

Rijanto menegaskan, pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan dengan menjaga harga semata. Ketersediaan barang, kelancaran distribusi, serta kesinambungan pasokan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan pangan.

 

Atas dasar itu, kedua pemerintah daerah juga diharapkan dapat memperkuat pertukaran data dan informasi, melakukan pemantauan bersama, serta mengevaluasi pelaksanaan kerja sama secara berkala.

 

Bagi Kabupaten Blitar, kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan perdagangan komoditas pangan dengan daerah lain.

 

Sebelumnya, Pemkab Blitar juga telah menjajaki kerja sama serupa dengan Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Ternate untuk pengembangan serta pemenuhan komoditas pangan strategis.

 

Rijanto berharap kesepakatan dengan Sumenep segera ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua daerah.

 

“Kami berharap tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program yang konkret, memperluas pasar, memperkuat rantai pasok, serta memberikan kepastian dan manfaat bagi petani, peternak, pelaku usaha dan masyarakat,” tandasnya.**