MEMO, Jakarta – Badai finansial hebat tengah mengguncang PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten eksportir udang yang sebagian sahamnya dikuasai oleh putra bungsu Presiden ke-7 RI, Kaesang Pangarep. Perusahaan kini berada di posisi terjepit akibat gunungan utang jumbo yang nilainya tembus triliunan rupiah.
Kondisi keuangan perusahaan babak belur.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, emiten berkode saham PMMP ini tercatat memikul liabilitas alias total utang yang luar biasa fantastis, yakni menyentuh angka Rp2,81 triliun. Sontak, rincian angka merah ini memicu kegaduhan di kalangan investor dan pengamat pasar modal.
Gurita Utang Bank Kakap dan Tekanan Jatuh Tempo
Usut punya usut, struktur utang yang mencekik PMMP didominasi oleh kewajiban jangka pendek yang harus segera dilunasi dalam waktu dekat. Utang bank jangka pendek mendominasi dengan porsi jumbo mencapai Rp2,28 triliun, disusul utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam setahun sebesar Rp192,44 miliar.
Sejumlah bank pelat merah dan swasta besar ikut terseret di dalamnya.
Nama-nama bank raksasa seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI tercatat menjadi kreditur terbesar dengan kucuran dana jangka pendek mencapai Rp1,87 triliun. Selain itu, ada juga keterlibatan pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senilai Rp255,27 miliar serta Bank Danamon sebesar Rp111,85 miliar.
Tantangan Terbuka untuk Kaesang Sebagai Pemegang Saham
Melihat kondisi perusahaan yang sudah di ujung tanduk, pengamat pasar modal angkat bicara dan melempar kritik pedas. Kehadiran Kaesang di jajaran pemilik saham lewat PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat) kini ditagih pembuktiannya.
Dampak politik dan bisnis kini campur aduk.
Pakar hukum bisnis dan pengamat pasar modal, Rio Christiawan, menantang keras Kaesang Pangarep untuk tidak sekadar menjadi figur pajangan, melainkan wajib turun tangan memberikan kejelasan solusi konkret. Menurutnya, publik dan investor berhak tahu strategi penyelamatan seperti apa yang akan dibawa oleh suami Erina Gudono tersebut guna meloloskan PMMP dari lubang jarum kebangkrutan.
Komitmen GK Hebat yang menggenggam sekitar 7 hingga 8 persen saham PMMP sejak November 2021 kini diuji total di tengah sentimen negatif pasar yang terus merosot.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












