Example floating
Example floating
Hukum

Slamet Andono Memaafkan Pelaku Penganiayaan, Komandan Yonif 408 Subrastha Berikan Dukungan

Alfi Fida
×

Slamet Andono Memaafkan Pelaku Penganiayaan, Komandan Yonif 408 Subrastha Berikan Dukungan

Sebarkan artikel ini
Slamet Andono Memaafkan Pelaku Penganiayaan, Komandan Yonif 408 Subrastha Berikan Dukungan
Slamet Andono Memaafkan Pelaku Penganiayaan, Komandan Yonif 408 Subrastha Berikan Dukungan

“Kami pastikan tidak akan ada lagi kesalahpahaman antara kompi kami dengan masyarakat. Kejadian kemarin menjadi pelajaran bagi semua pihak,” tambahnya.

Dia juga menyebut bahwa pelaku penganiayaan saat ini telah ditahan di sel Denpom IV/4 Surakarta.

Baca Juga: Status Naik Penyidikan, Kejari Jember Dalami Dugaan Korupsi Bank Jatim CP Kalisat

“Para pelaku sudah ditahan di sel Denpom. Proses hukum akan terus berlanjut,” ungkapnya.

Wiweko, Dandim 0724/Boyolali, menyatakan bahwa dia akan memobilisasi jajarannya untuk memperbaiki rumah kayu milik Andono yang mengalami kerusakan pada bagian atap.

Baca Juga: Staf Ahli Bupati Chocho Ardian Jadi Pengacara 3 Terdakwa Saat Disidik Polda, Sutrisno Curiga dan Mencabut Surat Kuasanya

“Nanti kami akan melaksanakan kerja bakti untuk memperbaiki rumah Mas Slamet yang katanya bocor. Yang pasti, tidak akan ada sekat dan konflik antara TNI dengan masyarakat,” ucap Dandim.

Sebelumnya, sejumlah relawan Ganjar-Mahfud mengalami penganiayaan oleh anggota TNI Yonif 408 di Boyolali ketika sedang melakukan konvoi kampanye. Kejadian tersebut dipicu oleh kebisingan knalpot brong yang digunakan oleh relawan Ganjar, yang dianggap mengganggu di kawasan militer Asrama Yonif 408.

Baca Juga: Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri

Harapan Rekonsiliasi dan Pemulihan: TNI Berkomitmen Memperbaiki Hubungan dengan Masyarakat Boyolali

Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf. Wiweko Wulang Widodo, berkomitmen untuk membantu memperbaiki rumah milik Slamet yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut. Dia menegaskan bahwa tidak akan ada sekat dan konflik yang terus berlanjut antara TNI dan masyarakat.

Tindakan positif ini diharapkan dapat memulihkan hubungan antara kedua belah pihak, sementara proses hukum terus berjalan. Kedatangan Komandan Yonif 408/Subrastha dan Dandim 0724/Boyolali memberikan harapan untuk rekonsiliasi dan pemulihan di tingkat lokal.