NGANJUK,MEMO –
Ramadhan menjadi moment penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara spiritual dan sosial. Selain memperbanyak doa dan amalan, masyarakat diberbagai daerah di Nusantara memiliki tradisi dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan.Seperti Megengan, Padusan hingga Dugderan yang sarat makna budaya dan nilai kebersamaan.
Baca Juga: Pembagian MBG Untuk Kelompok 3B Tidak Merata, Perwakilan Kades Di Baron Protes SPPG
Megengan juga melibatkan kenduri atau selamatan, dengan memasak makanan untuk dibagikan ke keluarga dan tetangga. Tradisi ini diyakini membawa manfaat bagi yang hidup sekaligus menjadi doa bagi yang telah wafat.
Kegiatan ini mencakup ziarah ke makam leluhur, membersihkan makam, menabur bunga, serta pembacaan doa, Yasin, dan tahlil.
Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin
Seperti di Kabupaten Nganjuk tepatnya di Dusun Doyok Desa Tirtobinangun Kecamatan Patianrowo pada hari ini ( Jumat Legi,13/02/2026) para warga setempat mengawali dengan gotong royong membuat pagar di tempat pemakaman umum ( TPU).

Sebelumnya para warga bersama juru kunci makam juga sudah melakukan kerja bakti bersih bersih makam ( kuburan,red). Tradisi itu dilakukan setiap tahun jelang datangnya bulan suci ramadhan.












