Desa Majapahit, Batauga, yang biasanya tenang, kini diliputi kengerian. Sebuah kisah nyata yang tak kalah mencekam dari film horor baru saja terkuak: La Noti (61), seorang petani lokal, ditemukan tak bernyawa di dalam perut seekor ular piton raksasa pada Sabtu (5/7/2025).
Peristiwa tragis ini bukan sekadar insiden, melainkan alarm bahaya baru bagi warga, mengingat serangan ular di wilayah Sulawesi Tenggara terus meningkat dan kini telah merenggut nyawa manusia.
La Noti hilang sejak Jumat (4/7/2025), setelah pagi-pagi pamit ke kebunnya untuk memberi makan ayam ternak dan memenuhi pesanan tetangga untuk pesta pernikahan. Kecemasan keluarga berubah menjadi horor saat pencarian yang melibatkan puluhan warga hanya menemukan sepeda motor La Noti terparkir di pinggir jalan dekat kebun.
Pencarian pun berlanjut hingga Sabtu sore, dan di sanalah, sebuah teriakan memecah kesunyian, mengungkap misteri yang tak terbayangkan.

Detik-Detik Penemuan Horor: Saat Kebun Menjadi Kuburan
Dirman (44), kerabat korban yang juga Babinsa Kelurahan Majapahit, menjadi saksi kunci kisah mengerikan ini. Ia menceritakan bagaimana seorang warga nyaris menginjak sesuatu yang tak lazim. Saat didekati, terkuaklah sesosok ular piton sepanjang 8 meter dengan perut membuncit secara tidak wajar.
Kecurigaan langsung menusuk kalbu. ”Lihat sekilas saya sudah curiga di dalam perut sepertinya bukan hewan ternak,” ucap Dirman, yang dihubungi dari Kendari, Minggu pagi.
Tanpa menunggu lama, warga yang dilanda rasa takut bercampur penasaran itu menarik ular tersebut, lalu membunuhnya. Dengan tangan gemetar, seorang warga kemudian membelah perut sang reptil raksasa. Dan di balik kulitnya yang tersibak, tampaklah sesosok jenazah menghitam, masih utuh dengan pakaian dan jas hujan.












