KEDIRI, MEMO –
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri mulai memperketat pengawasan melalui rangkaian pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kabupaten Kediri guna memastikan kelayakan seluruh ternak yang diperjualbelikan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Baca Juga: Mengurai Fakta Video Viral Dugaan Fee Proyek Koperasi Merah Putih Kediri, ASN Pemkab dengan TNI
Langkah preventif ini dilakukan dengan menyisir berbagai titik penjualan, mulai dari lapak pedagang dadakan yang menjamur di pinggir jalan hingga sentra peternakan rakyat di wilayah setempat.
Menjamin Keamanan Konsumsi Masyarakat
Aktivitas perdagangan hewan potong musiman di wilayah Kediri dan sekitarnya memang menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Guna memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat muslim yang hendak menunaikan ibadah ibadah kurban, otoritas veteriner setempat mengambil langkah taktis berupa inspeksi mendadak (sidak) dan pengawasan biologis secara maraton.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, melalui Staf Medik Veteriner Ahli Muda, Titik Sri Undari, mengonfirmasi bahwa pengetatan ini difasilitasi oleh pengiriman tim ahli langsung ke lapangan. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak empat tim medis khusus disebar secara simultan ke berbagai titik strategis.
Baca Juga: Menyingkap Misteri Situs Adan-Adan Kediri yang Viral Karena Ukurannya Melebihi Borobudur
Fokus utamanya adalah memitigasi risiko penyebaran penyakit menular yang kerap mengintai komoditas peternakan, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) atau cacar sapi.












