MEMO, Surabaya: Plato Foundation, sebuah institusi penerima wajib lapor (IPWL), telah turut serta dalam memperingati Hari Anti Narkoba Internasional dengan komitmen yang kuat.
Melalui kegiatan rehabilitasi yang mereka jalani, 40 orang pengguna narkoba sedang menjalani proses pemulihan yang diisi dengan berbagai kegiatan positif.
Salah satu penghuni Plato Foundation, FH, berbagi pengalamannya tentang perjuangannya melawan ketergantungan narkoba.
Kehadiran Plato Foundation dalam perayaan ini menunjukkan komitmen mereka dalam memberantas masalah narkoba dan memberikan harapan bagi masyarakat.
Penghuni Plato Foundation: Pengalaman dan Kegiatan Positif dalam Mengatasi Ketergantungan Narkoba
Plato Foundation, sebuah lembaga rehabilitasi narkoba, ikut ambil bagian dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional dengan komitmen penuh. Di lembaga ini, 40 orang pengguna narkoba sedang menjalani proses rehabilitasi yang penuh dengan kegiatan yang positif.
Salah seorang penghuni Plato Foundation, sebut saja namanya FH, berbagi pengalamannya selama tujuh bulan berada di sana. Ia mengungkapkan bahwa ia ditangkap karena menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.
“Saya sudah berada di sini selama tujuh bulan, ditahan karena menggunakan sabu,” ungkap FH.
Mengatasi Ketergantungan Narkoba melalui Kegiatan Share Feeling di Plato Foundation
Setiap pagi, FH menjelaskan bahwa ada kegiatan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antarpenghuni. Salah satunya adalah “Share Feeling,” di mana setiap pagi, semua penghuni Plato saling berbagi perasaan mereka akibat suasana yang tidak nyaman, dan mencari solusi bersama.
“Setiap pagi, kita memiliki kegiatan ‘Share Feeling,’ di mana setiap anggota keluarga di Plato Foundation berbagi cerita tentang perasaan mereka,” jelas FH.
Selain itu, FH juga menyebut adanya kegiatan seminar edukasi tentang bahaya narkoba sebagai bagian dari program rehabilitasi di Plato Foundation.
“Di sini, kami juga memiliki seminar tentang bahaya narkoba dan cara untuk keluar dari ketergantungan narkoba. Kami mendapatkan pendidikan tentang hal itu dalam kegiatan tersebut,” kata FH.
FH berharap agar masyarakat Indonesia menjauhi barang terlarang seperti narkoba, karena efeknya dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa, yang pada akhirnya merugikan Indonesia.
“Untuk seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Surabaya, saya harap kita menjauhi narkoba. Kita akan merasakan banyak kerugian di masa depan,” ungkap FH.
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Plato Foundation, usia penghuni rehabilitasi narkoba bervariasi, dengan yang termuda berusia 17 tahun dan yang tertua berusia 70 tahun.
Plato Foundation telah menunjukkan peran aktif mereka dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional.
Melalui kegiatan rehabilitasi dan pendidikan tentang bahaya narkoba, mereka membantu penghuni untuk melepaskan diri dari ketergantungan dan membangun masa depan yang lebih baik.
Semangat kebersamaan dan solidaritas di antara penghuni juga menjadi faktor penting dalam proses pemulihan mereka.
Dengan harapan agar masyarakat Indonesia menjauhi narkoba, Plato Foundation memberikan kontribusi nyata dalam upaya memerangi masalah narkoba dan melindungi generasi penerus bangsa.












