Penemuan ini memicu inisiatif warga setempat untuk membangun museum desa sebagai sarana pelestarian sejarah.
Upaya Pelestarian Situs Sejarah Melalui Pembangunan Museum Mini
Penemuan benda bersejarah kembali menghebohkan warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur, setelah sebuah artefak batu ditemukan di tengah lahan pertanian warga.
Objek yang diidentifikasi sebagai batu Yoni tersebut ditemukan di area persawahan Dusun Babadan, Desa Duwet, Kecamatan Wates, dalam kondisi fisik yang sudah mengalami kerusakan cukup signifikan di beberapa bagian.
Keberadaan batu berharga ini awalnya tidak disadari oleh penduduk setempat karena penampakannya yang menyerupai bongkahan batu biasa yang sering dijumpai di ladang.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait, benda tersebut dipastikan memiliki nilai arkeologis yang tinggi sebagai salah satu simbol kesuburan dan pemujaan dari era kerajaan kuno.
“Awalnya dikira batu biasa. Setelah kami cek langsung di lokasi, bentuknya mengarah ke yoni, salah satu peninggalan budaya masa lampau. Karena itu, kami berinisiatif untuk mengamankannya,” ujar Candra, salah satu pihak yang terlibat dalam pengecekan pada Jumat (24/4).
Baca Juga: Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri
Berdasarkan pengamatan di lokasi, fisik artefak tersebut menunjukkan jejak kerusakan yang diduga terjadi secara alami maupun akibat faktor luar. Bagian pancuran air atau cerat yang menjadi ciri khas sebuah Yoni dilaporkan telah patah.
Selain itu, bagian atas artefak juga tampak tidak utuh lagi. Tim yang memeriksa lokasi juga tidak berhasil menemukan pecahan atau fragmen yang hilang di sekitar area persawahan tersebut, sehingga diasumsikan kerusakan telah terjadi sejak lama.
Temuan ini menambah daftar panjang kekayaan arkeologis di wilayah Kediri yang dikenal sebagai pusat pemerintahan kerajaan besar di masa lalu. Menyadari pentingnya nilai edukasi dari benda tersebut, pihak pemerintah desa setempat mulai merancang langkah strategis.
Mereka mendorong rencana pembangunan sebuah museum mini atau ruang artefak desa agar benda-benda temuan serupa dapat terjaga keamanannya dan menjadi sarana belajar bagi generasi muda.
Langkah ini pun telah dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.
Masyarakat berharap dengan adanya wadah pelestarian di tingkat desa, kesadaran akan sejarah lokal dapat meningkat dan mencegah hilangnya benda-benda purbakala akibat ketidaktahuan atau penjarahan. Saat ini, pengamanan benda tersebut terus dipantau guna menghindari kerusakan lebih lanjut.
Kini, batu Yoni tersebut menjadi simbol penting bagi warga Desa Duwet untuk menelusuri lebih dalam silsilah pemukiman mereka di masa lampau.
Penelitian lebih lanjut oleh ahli arkeologi diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai angka tahun dan asal-usul periode kerajaan mana artefak ini berasal.












