NGANJUK, MEMO – Dampak polusi udara yang bersumber dari limbah jelaga ( langes) hasil pengolahan tebu Pabrik Gula ( PG) Lestari ternyata tidak hanya menimbulkan pencemaran lingkungan saja. Tapi lebih dari itu, sudah berdampak pada kesehatan warga.
Dari hasil penelusuran ditemukan data ada dua warga mengaku mengalami sesak nafas dan sempat menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit.
Baca Juga: Tembok Rumah Warga Miskin Ambrol, Kades SDP Gerak Cepat, Dinas Perkim Turun Assessment

” Sejak tahun kemarin saya dinyatakan oleh dokter terkena gangguan pernafasan,” ujar Ruth salah satu warga yang rumahnya persis berada di depan pabrik.
Ditanya penyebab penyakitnya itu dikatakan Ruth kemungkinan besar karena serbuk langes pabrik yang dia hirup sudah puluhan tahun.

Disinggung soal dengan musibah yang dia alami seperti itu apakah pihak pabrik memberikan kompensasi kesehatan untuk biaya berobat. Dengan singkat dikatakan Ruth tidak pernah menerima uang kompensasi kesehatan dari pabrik.












