Example floating
Example floating
NGANJUK

Potret Desa Di Tengah Hutan Di Nganjuk Jauh Dari Bantuan Program Daerah, Begini Respon Dewan Partai Gerindra…

Mulyadi Memo
×

Potret Desa Di Tengah Hutan Di Nganjuk Jauh Dari Bantuan Program Daerah, Begini Respon Dewan Partai Gerindra…

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Dari catatan anggota dewan komisi l DPRD Nganjuk, Mbah Kamto,S.H, ternyata di Desa Pule Kecamatan Jatikalen terdapat ratusan rumah tidak layak huni ( RTLH) yang belum tersentuh program pemerintah.

Dari jumlah itu tersebar di tiga dusun. Yaitu Dusun Pule, Dusun Tondo Wesi dan Dusun Lengkong Geneng. Prosentase terbanyak RTLH terdapat di Dusun Pule yaitu kisaran hampir 60 % dari jumlah keseluruhan RTLH di Desa Pule.

Baca Juga: Tembok Rumah Warga Miskin Ambrol, Kades SDP Gerak Cepat, Dinas Perkim Turun Assessment

Rata rata masih kata Mbah Kamto, rumah hunian penduduk di tiga dusun tersebut mayoritas masuk katagori rumah sangat sederhana ( RSS ). Lantai tanah, dinding rumah terbuat dari sebetan kayu usang peninggalan leluhur.

Baca Juga: Proyek BKK - APBD 2023 Desa Ngringin 3 Tahun Mangkrak, Tim Pengawas Dari PMD Dan BKAD Dituding Cuci Tangan

Termasuk sarana MCK tercatat belum terpenuhi katagori hidup sehat Karena sebagian masyarakat di situ jika buang air besar ada yang masih di sungai.

Baca Juga: Bongkar Perkara Tipikor, Tim Penyidik Pidsus Kejari Geledah Rumah Karyawan Bank Jatim , Begini Hasilnya.......

Dengan realita itu ditegaskan oleh politisi Partai Gerindra ini dalam waktu dekat akan koordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi bagaimana agar program bedah rumah bisa masuk Desa Pule.

” Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar ada perhatian khusus dari pemerintah daerah merealisasikan program bedah rumah bisa masuk desa Pule,” terang Mbah Kamto.

Dijelaskan pula oleh anggota dewan tiga periode ini bahwa Desa Pule adalah desa terisolir jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk. Jarak tempuh dari kota menuju Desa Pule bisa mencapai 80 kilometer.

” Maka tidak heran kalau Desa Pule disebut desa terisolir karena letak geografisnya berada di tengah kawasan hutan. Ini perlu dapat perhatian ekstra,” imbuh Mbah Kamto.