” Selebihnya dikumpulkan untuk membayar pajak PBB tahunan. Padahal penghasilannya setiap harinya kisaran 8 ribu sampai 20 ribu saja. Ini patut diacungi jempol,” ujar Gondrong.
Meskipun miskin secara ekonomi lebih lanjut dikatakan Ridwan Gondrong, tapi mereka kaya akan kesadaran taat bayar pajak.
Baca Juga: Terdidik Jiwa Nasionalis, SDP Jadi Denyut Nadi Wong Alit
” Ini adalah tamparan keras bagi orang orang kaya yang tidak taat pajak. Dan kelompok koruptor yang makan uang pajak. Orang berkebutuhan khusus aja ngerti kwajiban , kenapa diluar sana banyak yang ngemplang uang pajak,ironi sekali,” beber Gondrong.
Untuk diketahui , kondisi kesehatan kakak beradik ( Sarno – Supardi ) saat ditemui di rumahnya yang sangat sederhana ( RSS ) sangat memperihatinkan. Sarno sebagai anak sulung berpenampilan sederhana dengan mengenakan pakaian lusuh. Dengan wajah pucat pasi berbadan kurus sorot matanya kosong.
” Saya sudah lama kena jantung. Kalau capek badan sering gemetar. Karena keadaan terpaksa saya melawan sakit. Kalau adik saya Supardi susah diajak komunikasi , doakan kami bahagia,” harap Sarno dihadapan aktifis dan para awak media. ( Adi )












