Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Terdidik Jiwa Nasionalis, SDP Jadi Denyut Nadi Wong Alit

Mulyadi Memo
×

Terdidik Jiwa Nasionalis, SDP Jadi Denyut Nadi Wong Alit

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Bicara style kepemimpinan seorang kepala desa ( kades) tak mungkin bisa sama. Ada yang cenderung style pasif dan sebaliknya ada juga yang dominan aktif. Tentunya yang membedakan terukur dari tingkat atau kadar Intelektual, mental dan spiritualnya.

Untuk kelompok kades yang memiliki style aktif cenderung kaya gagasan. Uniknya gagasannya terkadang muncul secara spontanitas alias tidak terencana sebelumnya.Tapi mampu melakukan perubahan positif berkelanjutan.

Baca Juga: Hari Pertama Pengurukan, Dump Truck Nggoling Di Lokasi Garapan Milik PT Sreya Sewu Indonesia,Ini Penyebabnya..

Lazimnya Itu hanya bisa dilakukan oleh kades yang memiliki jiwa akar rumput atau istilah kerennya ” style out the door” atau person humanty yang bisa masuk disegala medan dan karakter.

Pasalnya kades yang berkarakter akar rumput tidak akan sulit baginya untuk memecahkan sebuah persoalan karena rata rata mereka punya jaringan luas.Dengan begitu tidak sulit baginya untuk mengatasi masalah.

Baca Juga: Sekda Nur Solekan Terima Berkas Pandangan Umum 7 Fraksi Di Paripurna DPRD Nganjuk, F PDIP Evaluasi Optimalisasi Pendapatan Dasrah

Seperti contoh baru baru ini ada insiden jebolnya tembok rumah tua milik warga miskin yang ada di Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom.

Dengan persoalan itu, mau tidak msu adalah sebuah hadirnya problem juga tantangan bagi seorang kepala desa.Namun anehnya bagi Kades Kampungbaru ,Susilo Dwi Prasetyo itu adalah berkah yang tertunda.

Baca Juga: Puguh Hernanto : Pawai Boyong Hambangun Projo Sarana Edukasi Sejarah Untuk Generasi Melinial

Itu dibuktikan oleh SDP panggilan akrab Kades Kampungbaru , tidak pakai waktu lama persoalan tembok jebol bisa teratasi. Dalam waktu dekat ini dana bencana akan segera turun. Itu dibuktikan datangnya rombongan petugas dari Dinas Perkim ke rumah Supriyadi di Dudun Koripan RT 01 RW 03.

Selain mengentaskan persoalan hunian, dalam waktu yang sama SDP juga membantu memecahkan persoalan biaya pendidikan anak bungsu Supriyadi – Anjarwati , Achmad Putra Ardiansyah yang masih duduk dibangku sekolah Madrasah Tsanawiyah kelas Vlll.

Cara yang dipraktekkan oleh SDP bisa dibilang cukup elegan. Selain mengeluarkan dan menandatangani Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM) atas nama Achmad Putra Ardiansyah juga melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan pihak kepala sekolah.

Hasilnya amazing, dua persoalan bisa terangkat dengan sempurna tanpa memunculkan persoalan baru.

Dari kacamata SDP , pendidikan adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing global.

” Melalui pendidikan kita dapat mengembangkan potensi diri, meningkatkan kesadaran dan membentuk pola pikir yang kritis dan inovatif, pendidikan bukan hanya membaca dan menulis tetapi juga tentang membentuk karakter mengembangkan keterampilan dan menciptakan perubahan positif dikalangan masyarakat,” tandasnya santai saat ditemui di ruang kerjanya hari ini ( Kamis,21/05/2026).

Maka dari itu Kades Kampungbaru SDP terus memperjuangkan hak pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu agar bisa d tetap bisa sekolah.

” Jangan hanya karena keberatan membayar harus mengorbankan masa depan anak ini kliru harus diperjuangkan,” imbuhnya.

Menurutnya juga karena dengan pendidikan yang berkualitas dan inklusif dapat membangun karakter mental yang mumpuni dan bisa berguna bagi diri sendiri dan masyarakat secara luas.

” Ingat kata bung Karno bermimpilah setinggi langit bila engkau jatuh,,jatuh diantara bintang-bintang,” pungkasnya . ( adi)