NGANJUK, MEMO – Bicara style kepemimpinan seorang kepala desa ( kades) tak mungkin bisa sama. Ada yang cenderung style pasif dan sebaliknya ada juga yang dominan aktif. Tentunya yang membedakan terukur dari tingkat atau kadar Intelektual, mental dan spiritualnya.
Untuk kelompok kades yang memiliki style aktif cenderung kaya gagasan. Uniknya gagasannya terkadang muncul secara spontanitas alias tidak terencana sebelumnya.Tapi mampu melakukan perubahan positif berkelanjutan.
Lazimnya Itu hanya bisa dilakukan oleh kades yang memiliki jiwa akar rumput atau istilah kerennya ” style out the door” atau person humanty yang bisa masuk disegala medan dan karakter.
Pasalnya kades yang berkarakter akar rumput tidak akan sulit baginya untuk memecahkan sebuah persoalan karena rata rata mereka punya jaringan luas.Dengan begitu tidak sulit baginya untuk mengatasi masalah.
Baca Juga: Tembok Rumah Warga Miskin Ambrol, Kades SDP Gerak Cepat, Dinas Perkim Turun Assessment
Seperti contoh baru baru ini ada insiden jebolnya tembok rumah tua milik warga miskin yang ada di Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom.
Dengan persoalan itu, mau tidak msu adalah sebuah hadirnya problem juga tantangan bagi seorang kepala desa.Namun anehnya bagi Kades Kampungbaru ,Susilo Dwi Prasetyo itu adalah berkah yang tertunda.
Itu dibuktikan oleh SDP panggilan akrab Kades Kampungbaru , tidak pakai waktu lama persoalan tembok jebol bisa teratasi. Dalam waktu dekat ini dana bencana akan segera turun. Itu dibuktikan datangnya rombongan petugas dari Dinas Perkim ke rumah Supriyadi di Dudun Koripan RT 01 RW 03.
Selain mengentaskan persoalan hunian, dalam waktu yang sama SDP juga membantu memecahkan persoalan biaya pendidikan anak bungsu Supriyadi – Anjarwati , Achmad Putra Ardiansyah yang masih duduk dibangku sekolah Madrasah Tsanawiyah kelas Vlll.












