Meskipun angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Nganjuk pada tahun 2024 mengalami penurunan yang membanggakan. Namun pemkab tidak boleh lengah tetap berusaha memotivasi seluruh OPD untuk genjot sumber sumber potensi di lintas sektor.

Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin ......
Alhamdulilah tahun 2024 angka kemiskinan turun di angka 10,18%. Sementara untuk angka pengangguran turun satu digit dari tahun sebelumnnya menjadi 3,%,” terang Kang Marhaen.
Dengan turunnya grafik angka pengangguran dan kemiskinan tersebut ditegaskan oleh Kang Marhaen berdampak plus pada pembangunan fisik bisa lepas landas
Strategi lainnya lebih jauh disampaikan Kang Marhaen yaitu genjot sektor pajak dan retrebusi. Misinya tidak lain untuk meningkatkan PAD. Disinggung pendapatan asli daerah tahun 2024 sudah tembus mendekati 3 triliun.

Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
” Ini menunjukkan kerja keras teman teman OPD patut dibanggakan. Artinya potensi potensi keuangan bisa digarap maksimal,” ujar Kang Marhaen kepada sejumlah awak media usai mengikuti rapat paripurna DPRD Nganjuk dalam agenda pembacaan LKPJ tahun 2024 yang digelar Senin siang ( 17/03/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Untuk diketahui, agenda rapat paripurna yaitu mendengarkan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban ( LKPJ) Bupati Nganjuk tahun anggaran 2034.
Dalam rapat tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua ll DPRD Nganjuk, Jianto, didampingi oleh Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahyono dan Wakil Ketua DPRD Nganjuk diwakili Endah Sri Murtini.
LKPJ disampaikan Kang Marhaen dihadiri pula oleh Wabub Tri Handy Saputra dan Sekertaris Daerah Nur Sholekan. ( adi/adv)












