Menurut Yuga, pertunjukan topeng monyet cenderung menunjukkan penyiksaan terhadap hewan. “Mereka anggap dalam pertunjukannya lucu, padahal pada proses pelatihannya penyiksaan,” katanya.
Pertunjukan topeng monyet memperlakukan monyet bisa beraktivitas layaknya manusia, seperti mengendarai sepeda, menirukan gerakan tentara menenteng senjata atau menggunakan egrang.
Baca Juga: Penyidik KPK Kembali ke Ponorogo, Geledah Kantor Dinkes Ponorogo Selama 8 Jam
“Itu merupakan pengetahuan yang salah untuk anak-anak, di alam liar tidak begitu,” terangnya.
Pihaknya pernah mengedukasi pelaku pertunjukan topeng monyet. Jawaban dari pelaku membuat pihaknya tak berkutik, lantaran pihaknya bukanlah lembaga resmi pemerintah yang bisa melakukan penindakan.
Baca Juga: Berjalan dari Bali, Puluhan Biksu Asia Tenggara Ziarah Makam Gus Dur di Tebuireng Jombang
“Sempat kami edukasi, tapi mereka bilangnya silakan disita asal diberi uang ganti,” katanya.












