Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Jatim

Pegiat satwa liar dukung Satpol PP Tulungagug razia topeng monyet

A. Daroini
×

Pegiat satwa liar dukung Satpol PP Tulungagug razia topeng monyet

Sebarkan artikel ini
Pegiat satwa liar dukung Satpol PP Tulungagug razia topeng monyet
Pegiat satwa liar mendukung penuh tindakan Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, merazia sekelompok pelaku pertunjukan topeng monyet yang beraksi di daerah itu karena dinilai telah mengeksploitasi dan melanggar hak-hak hewan.”Edukasi sudah berulang kali kami lakukan. Jadi, langkah razia ini sudah tepat untuk memberi efek jera,” kata Ketua Lembaga Edukasi Cinta Satwa dan Konservasi (Cakra) Yuga Hermawan di Tulungagung, Senin.

Namun, menurutnya, kelompok topeng monyet tidak hanya satu grup. Ada kelompok lain yang disebut Yuga kerap melakukan pertunjukan topeng monyet dengan cara berkeliling dari kampung ke kampung.

Baca Juga: Thariq Megah Ajukan Perlawanan Hukum atas Dakwaan KPK sementara Maidi Pilih Pembuktian

Kelompok ini beroperasi di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung. Pihaknya juga bakal melaporkan kelompok ini ke petugas, agar ditindak juga demi menyelamatkan satwa monyet yang terus dieksploitasi demi kepentingan ekonomis majikan.

Namun, hal terpenting adalah mengedukasi masyarakat tentang topeng monyet ini. Pihaknya getol menyampaikan ke siswa sekolah terkait dampak negatif pertunjukan topeng monyet.

Baca Juga: Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Didakwa Jaksa KPK Peras STIKES Hingga Terima Fee Proyek Rp 2,25 Miliar

“Target utama kami memang generasi-generasi penerus,” kata Yuga Hermawan.

Sebagaimana catatan JAAN (Jakarta Animal Aid Network), pertunjukan topeng monyet berpengaruh terhadap psikologi anak.

Baca Juga: Skenario Licik Bupati Ponorogo Bikin Perbup 114 2021 Loloskan Sultan Magetan Jadi Direktur RSUD Hingga OTT KPK

Menurut Yuga, pertunjukan topeng monyet cenderung menunjukkan penyiksaan terhadap hewan. “Mereka anggap dalam pertunjukannya lucu, padahal pada proses pelatihannya penyiksaan,” katanya.

Pertunjukan topeng monyet memperlakukan monyet bisa beraktivitas layaknya manusia, seperti mengendarai sepeda, menirukan gerakan tentara menenteng senjata atau menggunakan egrang.

“Itu merupakan pengetahuan yang salah untuk anak-anak, di alam liar tidak begitu,” terangnya.

Pihaknya pernah mengedukasi pelaku pertunjukan topeng monyet. Jawaban dari pelaku membuat pihaknya tak berkutik, lantaran pihaknya bukanlah lembaga resmi pemerintah yang bisa melakukan penindakan.

“Sempat kami edukasi, tapi mereka bilangnya silakan disita asal diberi uang ganti,” katanya.