Example floating
Example floating
Abata

Nyepi Bukan Sekadar Ritual: Rahasia Harmoni Alam dan Diri di Balik Keheningan

Avatar
×

Nyepi Bukan Sekadar Ritual: Rahasia Harmoni Alam dan Diri di Balik Keheningan

Sebarkan artikel ini

“Layaknya ibadah puasa dalam agama Islam yang memiliki manfaat universal, Nyepi juga menawarkan kesempatan untuk refleksi diri dan penghormatan terhadap alam. Oleh karena itu, esensi Nyepi dapat dihayati dan diamalkan oleh siapa saja, dengan cara yang sesuai dengan keyakinan masing-masing,” tuturnya.

Beliau juga berpesan kepada masyarakat yang merayakan Hari Raya Nyepi untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang diwariskan dan membangun toleransi yang kokoh antarumat beragama. Selain itu, pemahaman akan pentingnya merawat alam dengan baik akan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Tradisi, Inilah Warisan Budaya Sarat Filosofi

Berikut adalah rangkaian kegiatan yang umumnya dilakukan dalam perayaan Hari Raya Nyepi:

1. Malasti: Sebuah ritual penyucian alam dan diri manusia yang biasanya dilaksanakan dua hingga tiga hari sebelum Hari Nyepi tiba.
2. Pengerupukan: Upacara harmonisasi alam yang diwujudkan melalui persembahan pecaruan di perempatan jalan dan pawai ogoh-ogoh yang berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda. Kegiatan ini dilakukan sehari sebelum Nyepi.
3. Sipeng (Hari Nyepi): Hari yang didedikasikan untuk perenungan mendalam dan introspeksi diri, sebagai momentum untuk memulai dan merencanakan langkah-langkah kehidupan ke depan.
4. Ngembak Geni: Sebuah simbol awal baru dalam kehidupan yang diharapkan selaras dengan perkembangan zaman dan modernisasi. Tradisi ini dilaksanakan sehari setelah Hari Nyepi.

Baca Juga: Silaturahmi Keuskupan Surabaya Hangatkan Lebaran di Rumah Khofifah