Lebih lanjut, wali kota perempuan pertama Kediri ini menegaskan bahwa masuknya aliran modal eksternal maupun domestik tersebut harus bisa dirasakan dampaknya secara nyata oleh masyarakat akar rumput. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal agar investasi yang masuk sejalan dengan penyerapan tenaga kerja lokal serta peningkatan kesejahteraan warga di setiap kelurahan.
Momen kebersamaan bernuansa Ramadan ini sengaja dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi lintas sektor. Hubungan yang harmonis antara birokrasi pemerintahan dan para pelaku industri dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, transparan, dan anti-ribet.
Baca Juga: Mbak Wali Terima Studi Tiru NTT Pamerkan Kunci Sukses Kerajinan Tenun Tradisional Kota Kediri
Melalui sinergi yang terus dirawat ini, Pemkot Kediri optimistis tren positif pertumbuhan ekonomi daerah akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, sekaligus memperkokoh posisi Kediri sebagai kota perdagangan dan jasa yang modern di Jawa Timur.
Agenda strategis yang penuh keakraban ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi eksekutif dan finansial, di antaranya Pj Sekda M. Ferry Djatmiko, Kepala KPwBI Kediri Yayat Cadarajat, serta Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri.
Baca Juga: Mbak Wali Minta Sektor Mikro Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan Kelurahan Kediri Guna Maju Bersama











